Home Palu 14 Mengambil, Baru Hadiyanto Mengembalikan

14 Mengambil, Baru Hadiyanto Mengembalikan

87
Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Palu, Joppi Alvi Kekung. (Foto: Ist)
  • 18 September, Batas Pengembalian Berkas  Calon Wali Kota Palu di DPC PDIP Palu

Palu,  Metrosulawesi.id – Politisi Partai Hanura, Hadiyanto Rasyid, menjadi pihak pertama yang mengembalikan berkas pendaftaran bakal calon Wali Kota Palu ke Kantor DPC PDIP Palu. Mantan anggota DPRD Kota Palu ini, menyatakan dirinya untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Palu untuk 2020.

‘’Dari batas waktu pengembalian formulir pendaftaran bakal calon Wali Kota Palu 2020, baru Hadiyanto Rasyid, yang sudah mengembalikan berkas ke panitia pendaftaran di Kantor DPC PDIP Kota Palu,’’ ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Palu, Joppi Alvi Kekung, kepada Metrosulawesi.id.

Partai besutan Megawati ini, merupakan parpol pertama membuka pendaftaran bakal calon Wali Kota Palu 2020. Batas waktu pengambilan formulir Kamis 12 September 2019, ada 14 bakal calon yang telah datang mengambil formulir.

Adapun nama-nama yang berminat mendapatkan tiket dari PDIP Palu untuk maju pada Pemilihan Wali Kota Palu 2020 mendatang, diantaranya. Hadiyanto Rasyid, Sophian R Aswin, Basir Tanase, Ashar Yahya, Gufran Ahmad, Aristan, Husen Maskati, M Sahlan Lamporo, Iskandar Nontji, Ema Asmawati, Kamil Badrun, Husen Idrus Alhabsy, Sophian Lasimpara, dan Nirwansyah.

‘’Yang jelas hingga batas waktu yang ditetapkan, yakni Kamis 12 September 2019, ada 14 bakal calon datang mengambil formulir. Sedang batas waktu pengembalian formulir dan berkas, pada hari Rabu 18 September 2019,’’ jelas Joppi, seraya menambahkan jumlah bakal calon diperkirakan akan bertambah menginggat panitia menunggu hingga pukul 24.00 Wita,

Soal kader partai, Joppi menuturkan, dari 14 nama sementara yang masuk ke panitia, terdapat dua nama kader PDIP. Bakal calon yang mengambil formulir dan yang mengembalikan, memiliki hak yang sama. Tidak ada perbedaan.

‘’Tidak ada itu, kalau kader partai mendapat nilai plus dalam penjaringan. Semua sama haknya untuk mendaftar dan melalui proses seleksi sesuai ketentuan partai,’’ tuturnya.  

Namun ia juga tidak menyangkal jika partai lebih memprioritaskan kadernya. Parpol juga akan melihat potensi kader yang ada. Jika hasil survei menunjukkan hasil positive, maka parpol akan tetap memprioritaskan kadernya.

Lebih jauh Joppi menuturkan,  tugas DPC partai dalam penjaringan bakal calon, termasuk memverifikasi berkas. Selanjutnya akan diserahkan kepada DPP melalui DPD.

‘’Pendaftaran ini,  merupalan salah satu syarat administrasi, sebelum dilanjutkan pada tahap seleksi selanjutnya,’’ pungkasnya.

Disinggung soal indicator yang digunakan tim seleksi, Joppi yang duduk di DPRD Kota Palu, menyebut beberapa tahapan seleksi, misalnya dilakukan propertest bagi bakal calon, serta dilakukannya survey.

Sementara itu,  Ketua Bappilu DPC PDIP Kota Palu, Abdul Fatah, menyatakan  partai  melakukan seleksi sesuai petunjuk dan arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dalam menentukan arah dukungan kepada figur yang akan diusung dalam Pilwakot mendatang.

“Kalau semua persyaratan mereka penuhi,  yah kita bawa ke DPP. Ada dokumen yang kita sudah berikan, mereka (bakal calon) harus mengisi dokumen itu,” kata Fatah.

Selain itu, pihaknya juga akan membentuk tim verifikasi untuk menentukan bakal calon yang bakal diusung pada Pilwakot mendatang.

“Kita tidak tebang pilih, semua sesuai prosedur,” tandas Fatah. (*)

Reporter: Tahmil Burhanuddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here