Home Politik Cudi: Saya Sudah Minta Izin

Cudi: Saya Sudah Minta Izin

150
SETOR FORMULIR - Bakal calon Gubernur (Bacagub) Sulawesi Tengah (Sulteng) H Rusdy Mastura (kiri) menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon gubernur ke ke Tim Penjaringan Bacagub) PDIP Sulteng, Senin 9 September 2019. (Foto: Ist)
  • Bacagub Pertama Kembalikan Formulir

Palu, Metrosulawesi.id – Bakal calon Gubernur (Bacagub) Sulawesi Tengah (Sulteng) H Rusdy Mastura yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sulteng sudah mengembalikan formulir pendaftaran ke Tim Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah dan Bakal Calon Wakil kepala Daerah DPD PDI Perjuangan, Senin, 9 September 2019, di Jalan Ahmad Yani, Kota Palu. Rusdy dikawal puluhan loyalis dan simpatisannya sekitar pukul 15.00 Wita.

Kedatangan Rusdy Mastura untuk mengembalikan formulir pendaftaran itu diterima Ketua DPD PDI Perjuangan Sulteng H Muharram Nurdin dan bersama tim penjaringan.

Salah satu loyalis Rusdy Mastura, Sapri Laupa mengatakan pengembalian berkas ke PDI Perjuangan baru pada formulir pendaftaran dan biodata bakal calon.

“Untuk berkas lainnya masih menyusul,” kata Sapri Laupa saat dihubungi.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Lasnardi Lahi mengatakan, Rusdy Mastura merupakan bakal calon gubernur yang pertama mengembalikan formulir.

Menurut Lasnardi, hari Senin, 9 September 2019, tiga kandidat yang mengambil formulir pendaftaran. Yakni Hasanuddin Atjo (bacagub), Makmun Amir (bacwagub) dan Efrain Clemens (bacawagub). Sebelumnya, ada juga bakal calon gubernur yaitu: Anwar Hafid, Hidayat Lamakarate, Ahmad H Ali, Nurmawati Bantilan serta bakal calon wakil gubernur yaitu: H Surianyo, dari internal PDI Perjuangan.

Dalam sebuah diskusi di salah satu cafe di Kota Palu, Rusdy Mastura maju dalam pemilihan gubernur merupakan izin dari Ahmad Ali, Bendahara Umum DPP Partai Nasdem. Dia mengaku sudah meminta izin dan saling chat WA.

Pada dasarnya Ahmad Ali, kata mantan calon Gubernur Sulteng itu, diizinkan untuk mendaftar dan mengambil formulir.

Di depan relawan Kerucut Sulteng, Rusdy Mastura menyatakan dirinya maju bukan berarti mengkhianati partai dimana dia bernaung saat ini.

“Saya tidak berkhianat pada partai, malah saya didukung Ahmad Ali untuk maju. Saya sudah minta izin. Saya baku WA dengan dia, Silakan maju kak Cudy, ambil formulir,” kata Rusdy Mastura, Sabtu malam, 7 September 2019 di Palu.

Menurut Cudy, sapaan mantan dua periode Walikota Palu itu, maju karena desakan arus pemuda. Selain itu, juga untuk mengantisipasi kemungkinan lain nantinya.

“Kita bangga punya Ahmad Ali dan Supratman yang berkiprah di tingkat nasional.”

Baru kali ini wakil kita sebagai ketua Banleg DPR RI dan ke depan Ahmad Ali pun akan menempati posisi strategis di DPR RI.

“Kita dorong keduanya menjadi tokoh nasional demi kepentingan Sulawesi Tengah ke depan,” katanya.

Lebih jauh Cudy mengatakan, potensi Sulteng begitu besar tapi kita belum kreatif mengolahnya. Potensi sumber daya alam Sulteng seperti di IMIP dan posisi strategis Sulteng dengan perpindahan ibukota. Hal mendesak lainnya, peningkatan infrastruktur untuk mendukung pembangunan daerah.

Hal lain, Rusdy Mastura prihatin dengan penanganan pascabencana. Masih ada ribuan masyarakat kita yang hidup di tenda-tenda.

“Kita terlalu berharap pada dana stimulan, kenapa kita tidak meminjam uang ke PIP khan itu untuk kepentingan rakyat,” katanya lagi.

Untuk pasangan, Cudy masih menunggu hasil survei.

“Kita lihat hasil survei nantinya, siapa yang akan jadi pasangan,” katanya.

Koordinator Relawan Kerucut Sulteng Muhammad Zidan mengatakan relawan ini terbentuk secara spontan setelah mengetahui rencana maju Rusdy Mastura.

Relawan Kerucut Sulteng gabungan dari sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Palu.

Reporter: Pataruddin
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here