Home Donggala

Warga Sualempu Temukan Tulang “Raksasa”

461
TENGKORAK BUAYA - Inilah tulang berukuran besar yang ditemukan salah seorang warga di desa Sualempu Kecamatan Sojol, Donggala. (Foto: Ist)
  • Saifullah: Itu Kerangka Buaya, Bukan Manusia

Donggala, Metrosulawesi.id – Warga Desa Sualempu Kecamatan Sojol, Donggala, menemukan tulang berukuran besar. Penemuan ini sempat menghebohkan warga. Belakangan diketahui tulang tersebut adalah kerangka buaya.

Kepala Kecamatan Sojol, Saifullah menegaskan bahwa penemuan kerangka yang menghebohkan warga Desa Sualempu adalah kerangka buaya bukan kerangka manusia atau ikan.

“Kejadiannya seminggu yang lalu pak saya lupa hari dan tanggala penemuannya,” kata Saifullah yang dihubungi pertelepon, Rabu 4 September 2019.

Saifullah menjelaskan, tulang buaya itu ditemukan oleh warga yang sedang memperbaiki empang dengan menggunakan alat berat. Di saat mengeruk empang itu mendadak alat yang digunakan berhenti sejenak karena ada sesuatu di kedalaman yang susah untuk dikeruk.

“Sekarang posisi kerangka buaya itu ada di rumahnya orang yang melakukan pengerukan empang. Nanti saya informasikan lagi perkembangannya. Saya mau menuju ke rumah warga yang mengamankan kerangka buaya itu,” tutupnya.

Informasi yang berbeda dikutip dari tribun-bali.com. Laman itu memberitakan tulang tersebut ditemukan warga bernama Sudarmin (50 thn). Saat itu Sudarmin dan warga lain sedang liburan di Pantai Salipang, sekitar 2 km dari permukiman warga.

Masih dari laman tribun-bali.com, saat jalan-jalan itulah Sudarmin tertarik pada sesuatu yang timbul dari dalam pasir.

Kepala Urusan Perencanaan Desa Sualempu Sultan Umar mengatakan Sudarmin duduk di atas tulang itu. Saat itu Sudarmin mengira benda itu adalah kayu yang tertanam di pasir pantai.

Namun, Sudarmin mencium bau busuk dari benda itu. Warga desa pun mulai penasaran dengan benda itu tersebut.

Kemudian mereka minta tolong operator ekskavator untuk menggali dan mengangkat benda itu. Setelah digali, ternyata benda yang dikira kayu adalah tulang berukuran raksasa.

Secara bergotong royong warga berusaha membawa tulang raksasa ini ke perkampungan menggunakan domping, gerobak yang ditarik dengan traktor tangan.

Malam itu warga Sualempu gempar karena di desanya ada tulang berukuran raksasa. Mereka hanya bisa mengira-ira tulang ini sebagai fosil makhluk zaman purba dengan ukuran raksasa.

Potongan tulang raksasa ini sekarang ditempatkan di rumah tokoh masyarakat bernama Hasan Haji Berra.

Kepala Desa Sualempu, Arif HM Said juga sempat melihat potongan tulang raksasa ini. Said berpesan kepada warga agar menjaga tulang ini.

“Saya tidak tahu barang apa itu. katanya fosil. Tapi saya tidak mengerti,” kata Nurana, warga Sualempu.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas