Home Palu Mahasiswa Asing Kagumi Kota Palu

Mahasiswa Asing Kagumi Kota Palu

158
BERBINCANG - Rektor Prof Mahfudz didampingi jajaran saat berbincang bersama empat orang mahasiswa asing asal Thailand dan Filipina yang sedang mengikuti mengikuti program Sea-Teacher Project di Universitas Tadulako (Untad), Senin, 2 September 2019. (Foto: Dok Humas Untad)

Palu, Metrosulawesi.id – Empat orang mahasiswa asing yaitu Bhuawadol Phakachird dan Pattarapon Koewijno asal Thailand serta Lady Jeslin F Sanchez dan Maria Levie S Fergara dari Filipina mengungkapkan kekagumannya atas keindahan alam Kota Palu. Selain itu, budaya dan keramahan masyarakat Kota Palu juga dikagumi.

Bhuawadol dan tiga mahasiswa asing lainnya berada di Palu mengikuti program Sea-Teacher Project di Universitas Tadulako (Untad). Keempatnya menjalani program Sea-Teacher di Lab School Untad sejak 13 Agustus 2019.

“Meski awalnya kami sempat takut karena Palu baru dilanda bencana gempa dan tsunami, namun setelah kami tiba, ketakutan itu sirna. Pengalaman mengajar di Palu sungguh sangat luar biasa, orang-orang begitu ramah, kami dihormati dan diperlakukan dengan baik, murid-muridnya menyenangkan,” ucap Bhuawadol saat silaturahmi dengan Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP, Senin, 2 September 2019.

Selain Bhuawadol, Lady Jeslin juga mengungkapkan hal serupa selama berada di Kota Palu. Ia memiliki pengalaman baik yang nantinya akan  disampaikan kepada rekan-rekannya di kampus.

“Kami memiliki pengalaman yang begitu baik, meski ada beberapa kendala kami hadapi namun guru-guru lain sangat membantu ketika kami mengalami kesulitan. Kami juga merasa dianggap seperti keluarga,” kata Lady yang merupakan mahasiswa jurusan Bahasa Inggris asal Filipina.

Mendengar hal tersebut, Rektor Prof Mahfudz mengaku turut berbahagia atas pengalaman luar biasa para peserta Sea-Teacher di kampus yang dipimpinnya. Rektor berharap kerjasama antara Untad dan universitas di Filipina dan Thailand terus berlanjut agar mahasiswa lainnya dapat merasakan pengalaman serupa.

Rektor berpesan kepada Bhuawadol dan kawan-kawan agar sekembalinya ke negaranya masing-masing, dapat menceritakan pengalaman yang baik selama berada di Untad. Selain itu diharapkan dapat mempromosikan Untad dan Kota Palu kepada sesama mahasiswa di negaranya masing-masing.

“Bila ada yang kurang berkenan, mohon dilupakan dan ditinggalkan, bawalah hal-hal baik kembali bersama kalian,” ujar Prof. Mahfudz.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untad, Dr. Anshari Syafar, MSc menjelaskan program Sea-Teacher diinisiasi oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Program tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa calon guru agar memiliki pengalaman mengajar (praktikum) di sekolah-sekolah kawasan Asia Tenggara.

“FKIP Untad sendiri saat ini telah mengirim delapan orang mahasiswa ke tiga negara yakni ke Thailand, Vietnam dan Philipina. Sejauh ini sudah ada 31 mahasiswa FKIP yang telah dikirim mengikuti program ini,” terang Anshari.

Reporter: Michael Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here