Home Sulteng KPU Minta Rp230 M, Pemprov Rancang Hanya Rp80 M

KPU Minta Rp230 M, Pemprov Rancang Hanya Rp80 M

174
RAKOR PILKADA - KPU Sulawesi Tengah menggelar rapat koordinasi persiapan tahapan pilkada serentak 2020, di salah satu hotel di Palu, Rabu 28 Agustus 2019. (Foto: Syamsu Rizal/ Metrosulawesi)
  • Anggaran TNI/Polri Disetujui Rp17 Miliar

Palu, Metrosulawesi.id – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Sulawesi Tengah merancang penganggaran Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah 2020 hanya Rp 80 miliar untuk KPU Sulawesi Tengah. Padahal, KPU Sulawesi Tengah telah mengajukan usulan Rp230 miliar.

“Rancangan kami Rp80 miliar untuk KPU Sulawesi Tengah,” kata Haris, Anggota TPAD Pemprov Sulteng saat berbicara pada rapat koordinasi persiapan tahapan pilkada serentak 2020, di salah satu hotel di Palu, Rabu 28 Agustus 2019.

Rakor dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah, dihadiri KPU kabupaten kota, TAPD, Kesbangpol, serta pewakilan Polda.

“Sedangkan untuk anggaran pengamanan TNI Polri, disiapkan Rp17 miliar. Ini masih rancangan dan masih dinamis,” kata Haris.

Dari Rp17 miliar anggaran pengamanan tersebut, sesuai rancangan, terdiri atas Rp11 miliar untuk kepolisian dan Rp6 miliar untuk TNI. Tapi, Haris menegaskan besaran anggaran tersebut masih bisa berubah seiring pembahasan APBD 2020 nanti.

Menurut Haris, nominal tersebut mengacu pada Pilkada Gubernur 2015 silam. Saat itu, anggaran pengamanan Rp21 miliar, tapi terdapat sisa Rp2,4 miliar. Begitu juga dengan KPU Sulawesi Tengah mengacu pada anggaran Pilkada sebelumnya empat tahun lalu yakni Rp75 miliar.

“Pilkada 2020 kita naikkan menjadi Rp80 miliar,” jelas Haris yang Kepala Bidang Anggaran Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Sulteng.

Rancangan anggaran Rp 17 miliar untuk pengamanan dan Rp80 miliar untuk KPU Sulawesi Tengah tersebut sudah ditetapkan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Plafon Perencanaan Anggaran Sementara (PPAS). Mengenai usulan Rp200 miliar dari KPU Sulawesi Tengah akan dibahas lagi.

“Nanti akan kita rapatkan lagi dengan TPAD,” ujar Haris.

Tapi, khusus di APBD Perubahan 2019, Pemprov Sulteng telah mengalokasikan Rp1,1 miliar.

“Anggaran Rp1,1 miliar ini untuk sosialisasi dan bimtek (bimbingan teknis),” kata Haris.

Menanggapi pemaparan TPAD, Ketua KPU Sulawesi Tengah Tanwir Lamaming mengatakan, besaran anggaran untuk Pilkada serentak 2020 mengalami kenaikan dibandingkan Pilkada sebelumnya. Seiring perubahan regulasi baru, maka kebutuhan pun berbeda. Misalnya, kata dia anggaran untuk honor badan ad hoc (PPK, PPS, dan KPPS) direncanakan akan naik signifikan.

Anggaran untuk petugas ad hoc saja sudah butuh Rp 96 miliar. Diuraikan, PPS yang sebelumnya menerima dana honor Rp800 ribu perorang, direncanakan naik menjadi Rp1,8 juta. Begitu juga KPPS dari Rp 550 ribu naik menjadi Rp1.250.000. Sedangkan PPK Rp2 juta lebih.

“Itu masih usulan,” kata Tanwir Lamaming.

Diketahui KPU Sulawesi Tengah akan membiayai lembaga ad hoc di lima kabupaten di Sulteng yang tidak melaksanakan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati. Sedangkan 8 lainnya, pola pembiayaan melalui KPU kabupaten kota.

“Inilah yang memengaruhi kebutuhan anggaran. Kami hitung untuk badan ad hoc saja, sudah sekitar Rp96 miliar,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia terkait penganggaran Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 2020 akan dibahas bersama sebelum masuk dalam struktur APBD 2020 dan kota perjanjian hibah daerah (NPHD) ditandatangani.

“Paling lambat 1 Oktober 2019, naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) sudah harus ditandatangani. Dan, 14 hari kemudian anggaran mulai dicairkan,” kata Tanwir.

Tanwir berharap pembahasan dalam rapat koordinasi ini menjadi perhatian KPU kabupaten kota, khususnya mengenai penganggaran. Sebab, tahapan Pilkada serentak 2020 segera dimulai. Diketahui, Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan Program dan Jadwal Pilkada 2020 telah diundangkan pada awal Agustus 2019.

“Penganggaran Pilkada serentak 2020 bukan negosiasi, tapi rasionalisasi,” tegas Tanwir.

Reporter: Syamsu Rizal
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here