Home Hukum & Kriminal Mantan Kades Kasimbar Resmi Ditahan

Mantan Kades Kasimbar Resmi Ditahan

533
DITAHAN - Mantan Kades dan Sekdes Kasimbar saat masuk di mobil tahanan. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)
  • Bersama Sekdes Ditahan Kasus Penyalahgunaan DD dan ADD Tahun 2017

Parimo, Metrosulawesi.id – Setelah menjalani pemeriksaan penyidik Kejaksaan Parigi Moutong, Samsuddin Halpin, mantan Kepala Desa (Kades) Kasimbar, Kecamatan Kasimbar, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Selain mantan kades, penyidik juga menahan  Sekretaris Desa (Sekdes) Zainuddin, Rabu 20 Agustus 2019 malam.

Penahanan mantan Kadesa dan Sekdes Kasimbar, dibenarkan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidus) Kejaksaan Negeri Parigi Moutong, Mohammad Tang.

‘’Iya benar, setelah menjalani pemeriksan penyidik, keduanya resmi ditahan pihak kejaksaan,’’ ujarnya kepada Metrosulawesi id.

Diungkapkan Mohammad Tang, kedua tersangka ditahan terkait penyalahgunaan Dana Desa(DD)  dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017. Saat tahap penyelidikan, keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

‘’Penahanan keduanya demi kepentingan penyidikan. Selain itu, pihak penyidik menahan karena kuatir yang bersangkutan melarikan diri, menghilangkan barang bukti. Bahkan dikuatirkan keduanya mengulangi lagi perbuatannya,’’ ungkap Mohammad Tang.

Dikatakan Mohammad Tang, penanganan kasus penyalahagunaan DD dan ADD di Desa Kasimbar, akan dislesaikan secepatnya.

‘’Target kami kasus ini secepatnya dilimpahkan ke pengadilan,’’ katanya.

Untuk diketahui tersangka Samsuddin Halpin, merupakan mantan Kades Kasimbar yang masa jabatannya berakhir tahun 2017. Sedangkan tersangka Zainuddin masih menjabat Sekdes Kasimbar saat ini. Keduanya diduga kuat melakukan pemalsuan laporan pertanggungjawaban, memalsukan tanda tangan, serta pembangunan banguan tidak sesuai RAB, sehingga kerugian ditaksir mencapai Rp. 200 juta.  

“Tersangka Inisial SH itu merupakan Kades Kasimbar yang masa jabatannya berakhir 2017 lalu dan sekdesnya inisial Z merupakan sekdes yang masih aktif hingga saat ini, dimana modus atau pelanggaran yang di lakukan kedua tersangka ini yakni Pemalsuan LPJ, tanda tangan di palsukan, dan ada bangunan yang mereka bangun tidak sesuai RAB. Sehingga kerugian yang di salagunakan kedua tersangka tersebut sebesar 200 juta lebih,”  jelas Mohammad Tang.

Sementara itu, tersangka, Saharudin Lawasa, Kades Jonunu, Kecamatan Parigi Tengah, melarikan diri saat petugas penyidik Kejaksaan menjemput paksa di rumah orang tuanya di Desa Dolago, Rabu 21 Agustus 2019.

‘’Sebaiknya tersangka menyerahkan diri. Sebab, petugas kami akan terus mencari yang bersangkutan,” imbau Mohammad Tang. (*)

Reporter: Zoel Fahry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here