Home Sulteng

Sulteng Gencarkan Eliminasi Kaki Gajah

174
dr Muh Saleh Amin. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) terus menggencarkan eliminasi kaki gajah atau filariasis. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Sulteng dr Muh Saleh Amin mengungkapkan di wilayahnya ada lima kabupaten target eliminasi kaki gajah.

“Kita masih pengobatan massal di lima kabupaten itu diantaranya Morowali, Buol, dan Tojo Unauna,” ungkap Saleh, Senin, 19 Agustus 2019.

Dia mengatakan untuk wilayah Sulteng awalnya ada sembilan kabupaten endemis kaki gajah. Dengan pengobatan massal yang dilakukan, endemis kaki gajah meyisahkan lima kabupaten sebagai target eliminasi.

“Yang tidak endemis itu Kota Palu, Morowali Utara, Banggai Laut, dan Tolitoli,” ucap Saleh.

Pengobatan massal yang dilakukan dengan memberikan obat yang harus dikonsumsi masyarakat. Pengobatan dan pencegahan kaki gajah diberikan secara gratis yang harus dikonsumsi sekali dalam setiap setahun. Diharapkan pengobatan tersebut dapat memutus rantai penularan penyakit kaki gajah sepenuhnya.

Itu karena obat yang diberikan mampu membunuh cacing filari dan lainnya. dengan minum obat masyarakat mendapatkan manfaat ganda selain mencegah filaria juga mencegah cacingan.

“Pengobatan itu dilakukan selama lima tahun, tapi konsumsi obatnya cukup sekali setahun,” ujarnya.

Dari lima kabupaten target eliminasi, sebagian saat ini sudah masuk tahap akhir yakni tahun ketiga dan keempat. Eliminasi kaki gajah ini merupakan program nasional yang digencarkan Kementerian Kesehatan.

Kaki gajah bisa mengancam anak-anak maupun dewasa, pria dan wanita. Kaki gajah atau filariasis ditularkan dengan perantaraan nyamuk sebagai vektornya. Berbeda dengan penyakit DBD atau malaria yang hanya ditularkan oleh satu jenis nyamuk tertentu, penyakit ini dapat ditularkan oleh semua jenis nyamuk.

“Kita berharap masyarakat bisa bersama-sama mendukung eliminasi kaki gajah di Sulawesi Tengah,” tandas Saleh.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas