Home Ekonomi Sektor Perdagangan dan Jasa Kelistrikan Kembali Bangkit

Sektor Perdagangan dan Jasa Kelistrikan Kembali Bangkit

62
Bongkar muat peti kemas di pelabuhan. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Sektor pertanian, pengadaan listrik dan perdagangan adalah yang paling merasakan dampak dari bencana alam gempa bumi dan likufaksi yang terjadi akhir September 2018 lalu. Seiring berjalannya waktu ketiga sektor tersebut mulai kembali ‘bergairah’.

Berdasarkan data BPS, pada triwulan IV (Oktober, November, Desember) 2018 sektor kelistrikan tumbuh negatif hingga mencapai 9,03 persen. Tapi, mulai tumbuh positif di tahun 2019. Pada triwulan I tumbuh positif 4,02 persen dan tumbuh sebesar 2,59 persen pada triwulan II.

Demikian halnya sektor perdagangan, pada triwulan IV 2019 tumbuh negatif 4,90 persen. Tapi di tahun 2019 ini mulai bangkit perlahan. Pada triwulan I 2019 sektor perdagangan ini tumbuh positif 0,40 persen. Dan pada triwulan II 2019 ini menguat, dengan angka pertumbuhan mencapai 5,81 persen.

“Dampak bencana itu terlihat dari melambatnya pertumbuhan beberapa sektor, seperti pengadaan listrik, pertanian dan perdagangan. Tapi sekarang mulai bangkit kembali,” ujar Rukhedi, Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sulteng, Senin 19 Agustus 2019.

Khusus untuk sektor industri, kata dia, tidak terlalu merasakan dampak dari bencana alam gempa bumi dan likuifaksi akhir September 2018. Sebab, industri di Sulteng itu didominasi kegiatan industri yang ada di wilayah yang tidak terdampak bencana, yakni di wilayah Kabupaten Morowali dan Banggai.

“Dampak dari bencana, sektor jasa kesehatan dan sosial di daerah ini justru mengalami peningkatan,” sebutnya.

Ekonomi Sulawesi Tengah Semester I-2019 terhadap Semester I-2018 (c-to-c) tumbuh 6,80 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 14,12 persen. Dan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Impor sebesar 33,05 persen.

Sementara itu, bila dibandingkan triwulan yang sama tahun 2018, pada triwulan II 2019, ekonomi Sulteng tumbuh 6,62 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial sebesar 19,11 persen. Dan bila dilihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Impor sebesar 53,57 persen.

Bila diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perekonomian Sulawesi Tengah pada triwulan II-2019 atas dasar harga berlaku mencapai Rp41,74 triliun. Dan bila diukur atas dasar harga konstan 2010 PDRB Sulteng mencapai Rp27,81 triliun.

Reporter: Arwansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here