Home Donggala Fraksi Golkar Geram, Paripurna Hak Angket Batal

Fraksi Golkar Geram, Paripurna Hak Angket Batal

93
Paripurna pengusulan hak angket yang semula dijadwalkan Jumat (16/8/2019) batal dilaksanakan. Tampak banyak kursi kosong di ruang sidang utama DPRD Donggala. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)
  • Abu Bakar Aljufri Sebut Tidak Konsisten

Donggala, Metrosulawesi.id – Dua agenda paripurna DPRD Donggala, Jumat (16/8/2019) urung dilaksanalkan. Padahal, sebelumnya telah dijadwalkan rapat paripurna laporan hasil kerja badan pembentukan perda tentang Perumda Sakaya Membangun pukul 14.00 Wita. Kemudian, paripurna pengusulan hak angket pukul 15.00 Wita.

Pantauan Metrosulawesi, sampai pukul 17.30 Wita, tak ada aktivitas persidangan. Sejumlah anggota DPRD yang ditemui terlihat  mondar-mandir. Beberapa di antaranya saat ditemui memberi komentar beragam.

“Saya sudah katakan jauh hari dengan komiu (wartawan) pengusulan hak angket tidak akan terlaksana, terus terang saya juga memberi tanda tangan dukungan nyatanya di-injuri time pasti ada intrik politik, artinya kejadian beberapa tahun kemarin terulang lagi,” kata Mahmud Pettahawai yang Ketua DPC PDI Perjuangan.

“Setiap partai punya mekanisme, saya sebelum bertanda tangan melapor ke pengurus partai menjelaskan ikhwal masalah pengusulan hak angket dan partai saya mengatakan maju saja. Jadi itu dasar saya gempu (tanda tangan) pengusulan hak angket karena ada dukungan partai,” sebut Ketua Draksi PDI-Perjuangan Perubahan.

Sementara, Ketua Fraksi Golkar Abu Bakar Aljufri menilai anggota yang tidak hadir pada paripurna pengusulan hak angket lebih baik tak usah menjadi wakil rakyat. Lebih baik, kata dia mereka jadi wakil bupati saja. Sebab kata Aba- sapaan akrab Abu Bakar Aljufri- anggota yang tidak hadir itu sudah bertanda taangan sebelumnya. Artinya, mereka sepakat pengusulan hak angket, tapi di tengah jalan mereka “lari”. Tidak ada sikap konsisten dari anggota DPRD yang tak hadir.

“Jadi wakil bupati saja tak usah jadi wakil rakyat, tulis semua itu anggota DPRD yang tidak hadir supaya masyarakat tahu tidak ada konsietennya bila perlu wartawan telpon satu-satu tanya alasannya kenapa tidak hadir. Padahal mereka sudah bertanda tangan sebelumnya,” sesalnya.

Sementara Fraksi Gerindra yang pada awalnya juga tancap gas mendorong hak angket, saat paripurna pengusulan hanya dihadiri ketua fraksinya Asgaf Umar.

“Anggota Fraksi Gerindra ada tugas luar,” jawab Asgaf ketika dimintai keterangan, Minggu (18/8/2019).

Diketahui berdasarkan absensi yang diperoleh Metrosulawesi dari 30 anggota DPRD yang hadir hanya 10 orang saja. Artinya paripurna pengusulan hak angket tidak korum. Sementara informasi dari bagian persidangan DPRD Donggala, paripurna pengusulan hak angket ditunda pembahasannya.

“Karena dua sidang tidak terlaksana pada Jumat kemarin, maka akan dilanjutkan pada Selasa (20/8) termasuk paripurna pengusulan hak angket,” tutur staf yang meminta namanya tidak ditulis.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here