Home Ekonomi Realisasi Investasi Sulteng Tembus Rp10 T

Realisasi Investasi Sulteng Tembus Rp10 T

33
Sandra Tobondo. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Kota Palu Sumbang Rp216 Miliar

Palu, Metrosulawesi.id – Capaian realisasi investasi Provinsi Sulteng hingga triwulan II periode Januari-Juni 2019 membanggakan. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulteng CH Sandra Tobondo mengungkapkan capaian realisasi investasi telah menembus angka Rp10,46 triliun.

“Capaian realisasi investasi itu meningkat sebesar 82,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018,” ungkap Sandra, Rabu, 14 Agustus 2019.

Dia menerangkan dari total investasi tersebut, menyumbang 52,09 persen terhadap target tahun 2019 yaitu sebesar Rp20,08 triliun. Selain itu, capaian investasi periode ini berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 12.699 orang.

Adapun rincian capaian realisasi tersebut yakni realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1,58 triliun (naik 3,94%) dan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,87 triliun (naik 110,8%) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Lima daerah penyumbang realisasi investasi terbesar besar yakni Kabupaten Morowali Rp7,9 triliun atau 75,15%, Kabupaten Morowali Utara Rp859,92 miliar atau  8,22%, Kabupaten Banggai Rp851,41 miliar atau 8,14%, Kabupaten Poso Rp585,80 miliar atau  5,60% dan Kota Palu Rp216,52 miliar atau 2,07%.

Lima negara teratas yaitu R.R. Tiongkok Rp7,23 triliun atau 80%, Singapura Rp 704,40 miliar atau 8%, Hongkong RRT Rp342,01 miliar atau 4%, Korea Selatan Rp226,89 miliar atau 2%, dan Taiwan Rp223,55 miliar atau 2%.

“Kalau berdasarkan sektor usaha, ada tiga sektor usaha dengan nilai realisasi terbesar sampai dengan triwulan II periode Januari sampai Juni tahun 2019 yaitu listrik, gas dan air Rp4,21 triliun atau 40%, industri logam dasar, barang logam, bukan mesindan peralatannya Rp3,75 triliun atau 36%, dan tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp834,74 miliar atau 8%,” ujar Sandra.

Untuk capaian realisasi PMA terbesar berdasarkan sektor usaha yakni industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp3,75 triliun atau 42%, listrik, gas dan air Rp3,63 triliun atau 41%, dan industri kimia dan farmasi Rp780,67 miliar atau 9%.

“Sementara capaian realisasi PMDN terbesar berdasarkan tiga sektor usaha yakni tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp832,32 miliar atau 53%, listrik, gas dan air Rp588,77 miliar atau 37%, dan perdagangan dan reparasi Rp103,48 miliyar atau 7%,” pungkas Sandra.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here