Home Hukum & Kriminal

Ditangkap, Pencuri Barang Pasien di RSUD Anuntaloko

166
ILUSTRASI - Pelaku tindak kejahatan (Foto: Dok. Djunaedi)

Parimo, Metrosulawesi.id –Seorang pencuri tertangkap tangan saat beraksi hendak dompet milik pasien di RSUD Anuntaloko. Peristiwa itu terjadi pada Selasa 13 Agustus dini hari sekitar pukul 03.00 Wita.

Menurut korban, dirinya langsung berteriak minta tolong saat mengetahui seseorang mengambil dompetnya. Sehingga akibat teriakannya itulah, suara gaduh dari ruang pasien lainnya berhamburan mengejar pelaku.

“Setelah dompet saya dibawa kabur pencuri, saya langsung berteriak dan semua keluarga pasien berhamburan dan mengejar pencuri itu,”katanya.

Selanjutnya, penjaga (sekuriti) RSUD Anuntaloko Parigi malam itu juga sekitar jam 04.00 Wita dini hari, langsung menangkap pelaku yang diduga sebagai dalangnya aksi ‘pencurian’ HP dan barang lainnya.

Salah seorang keluarga pasien mengisahkan, aksi pencurian yang dilakukan oleh oknum pencuri sepertinya sulit dideteksi. Pasalnya, oknum pencuri yang hilir mudik di ruangan pasien setiap malam mulai pukul 03.00 wita dini hari dianggap sebagai penjaga malam.

“Pas nanti malam kejadian barulah diketahui bahwa pelaku yang dituduhkan itu adalah warga pendatang yang saya kenal orangnya dan tinggal di Kelurahan Masigi Kecamatan Parigi inisial RMD alias Ono (43),” kata seorang keluarga pasien yang tidak ingin ditulis namanya.

Kapolsek Parigi Iptu Pasek Wikaya membenarkan, oknum pencuri yang dituduhkan oleh pasien RSUD Anuntaloko sudah diamankan di Mapolsek Parigi berdasarkan laporan pihak RSUD Anuntaloko Parigi.

“Pelaku yang dituduhkan itu adalah warga pendatang yang tinggal bersama keluarganya di Kelurahan Masigi inisial RMD panggilan Ono (43). Pelaku ditangkap oleh sekuriti RSUD Anuntaloko Parigi lalu diserahkan kepada petugas Polsek Parigi,” ungkap Kapolsek Parigi pada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa 13 Agustus 2019.

Kapolsek menambahkan, bahwa saat ini pihaknya masih mengamankan oknum M alias Ono untuk dilakukan penyelidikan lebih mendalam, karena saat diserahkan pelaku tidak memiliki dua alat bukti yang ada.

“Untuk itu, kami tetap lidik siapa tau pelaku ini bermain dengan orang ketiga,”pungkasnya.

Reporter: Zoel Fahry
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas