Home Palu Walikota: Jangan Habis di Tes Urine

Walikota: Jangan Habis di Tes Urine

340
PENANDATANGANAN MOU - Wali kota Palu, Hidayat, M.Si melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama Kepala BNN kota Palu, AKBP. Abire Nusu di Ruang Kerja Wali kota Palu, Senin, 12 Agustus 2019. (Foto: Humaspemkot)
  • Pemberantasan Narkoba Jangan Setengah-Setengah

Palu, Metrosulawesi.id – Wali kota Palu, Hidayat, M.Si melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama Kepala BNN kota Palu, AKBP. Abire Nusu di Ruang Kerja Wali kota Palu, Senin, 12 Agustus 2019.

Kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Palu dengan BNN kota Palu tersebut terkait Pelaksanaan Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial berupa Biaya Transportasi bagi Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Narkotika di Kota Palu yang diselenggarakan oleh BNN.

Kesepakatan ini sebagai pedoman kerjasama bagi para pihak dalam melaksanakan program rehabilitasi medis dan lembaga rehabilitasi sosial bagi pecandu dan korban penyalahgunaan Narkotika yang memegang KTP Kota Palu namun secara ekonomi tidak mampu untuk pembiayaan transportasi ke Balai Rehabilitasi yang diselenggarakan oleh Balai/Loka Rehabilitasi BNN.

Dalam kesempatan tersebut, Wali kota Hidayat menegaskan agar dalam pemberantasan peredaran Narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya angan setengah-setengah, harus ada efek jera bagi para pelakunya.

“Jangan cuma habis dites urine, namun tidak ada penindakan tegas. Cuma habis anggaran kita untuk tes urine. Mohon maaf, ternyata tes urine juga jadi lahan bisnis,” katanya.

Wali kota mengusulkan kepada BNN Kota Palu agar Balai Rehabilitasi yang diselenggarakan dapat dibangun berdampingan dengan Kantor BNN, Pemerintah kota Palu, maupun pihak Kepolisian, supaya langsung ada penindakan tegas kepada para pecandu dan lainnya.

“Kita sudah siapkan lahan di sekitar Hunian Tetap (Huntap) Kelurahan Tondo untuk pembangunan Balai Rehabilitasi, silahkan itu dimanfaatkan,” tandasnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Palu sudah melakukan upaya-upaya dalam memberantas peredaran Narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya, di antaranya memaksimalkan kinerja lembaga adat dan Satgas K5 di masing-masing kelurahan.

Sejalan dengan hal tersebut , Lurah Talise Valangguni, Irma menyatakan pihaknya bersama Satgas K5 pernah menangani berbagai kasus di lingkungan masyarakat, salah satunya menangkap pengguna Narkoba di wilayahnya.

“Itu terjadi sekitar Mei 2018. Dimana kami menangkap pengguna Narkoba dan mengamankan alat-alat hisapnya. Kemudian kami bawa dia ke Polsek Palu Timur untuk ditindak lanjuti,” jelasnya.

Lurah Talise Valangguni juga menjelaskan bahwa Satgas K5 yang terdiri dari unsur kelurahan, Polisi, dan TNI di daerahnya melakukan patroli pada lingkungan masyarakat dua malam berturut-turut tiap pekan.

“Kami turun patroli setiap malam Sabtu dan malam Minggu pekan berjalan. Sudah beberapa kasus yang kita tangani, seperti kita menikahkan masyarakat yang kedapatan melakukan kumpul kebo dan sebagainya,” tutupnya.

Reporter: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here