Home Palu UKT Untad K1 Kembali Rp500 Ribu

UKT Untad K1 Kembali Rp500 Ribu

667
RAPAT TERBATAS - Rektor Prof Mafudz mengumpulkan jajarannya membahas Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Ruang Rapat Ketua Senat Lantai III Rektorat, Senin, 12 Agustus 2019. (Foto: Dok Humas Untad)
  • Prof Mahfudz: Korban Gempa di Huntara Prioritas

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr Ir Mahfudz MP mengumpulkan jajarannya membahas Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Ruang Rapat Ketua Senat Lantai III Rektorat, Senin, 12 Agustus 2019.

Pertempuan tersebut menyikapi isu sosial yang berkembang akhir-akhir ini terkait dengan penerimaan mahasiswa baru di Untad dan dinamika UKT bagi warga Palu, Sigi dan Donggala yang tertimpa bencana gempa bumi dan masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara).  

“Mahasiswa baru korban gempa yang masih di Huntara harus menjadi prioritas,” ujar Rektor dalam pertemuan tersebut yang juga dihadiri Ketua Senat Untad Prod Dr Ir Muh Basir Cyio SE MS.

Langkah kebijakan responsif yang dilakukan Rektor Prof Mahfudz menyisir seluruh mahasiswa yang telah melakukan pembayaran UKT Kategori (K-1) Rp500.000/semester namun berubah menjadi K-3 Rp1.750.000/semester, sebagaimana diberitakan di sejumlah media, maka hari ini (12/08) segera ditetapkan dalam Surat Keputusan Rektor dengan UKT K-1 Rp500.000/semester hingga yang bersangkutan menyelesaikan studinya selama  14 semester.

Langkah ini selain sebagai koreksi atas sistem yang tidak menyimpan data UKT K-1, juga untuk memberi kepastian hukum bagi mahasiswa bahwa hingga mereka menyelesaikan studinya, UKT yang wajib mereka bayar adalah K-1 Rp500.000/semester.

Rektor sengaja mengumpulkan unsur pimpinan organ, para warek dan ketua lembaga untuk mendapatkan masukan-masukan strategis. Disimpulkan, selain hari ini SK penetapan UKT K-1 bagi yang telah mendapatkan UKT K-1 semester yang lalu, juga akan membentuk Tim Verifikasi bagi mahasiswa Korban Gempa Bumi Pasigala yang masih tinggal di Huntara.

Mereka yang terdata dari 3 kabupaten/kota tersebut dan terlanjur membayar UKT K-3 Rp1.750.000/semester akan segera diubah menjadi UKT K-1 Rp500.000/semester. Dengan demikian, pembayaran Rp1.750.000 yang terlanjur disetorkan akan dibuatkan Surat Keputusan Rektor yang menetapkan bahwa dana sebesar Rp1.750.000 akan dijadikan pembayaran yang meng-cover tiga semester kedepan setara 3 semester kali Rp500.000, berikut sisa Rp250.000 akan menjadi investasi pembayaran untuk semester empat.

Dengan demikian, mereka yang telah membayar Rp1.750.000 tinggal membayar Rp250.000 pada semester keempat untuk mencukupkan Rp500.000 dari dana yang masih tersisa Rp250.000.

Rektor juga menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas keterbatasan sistem IT Untad yang tidak mampu menyimpan data-data yang sudah UKT K-1 berubah menjadi UKT-K3.

“Atas keterbatasan tersebut dan menimbulkan kekecewaan bagi anak-anak kami, maka hari ini kami terbus kehilafan itu dengan segera menetapkan dalam bentuk surat keputusan,” tegas Prof Mahfudz.

Rektor juga mengapresiasi kalangan Pers dan Media Sosial yang sudah memberikan kritikan atas keterbatasan itu. Atas dinamika itu, Prof Mahfudz mengucapkan terima kasih.

“Saya selalu terbuka jika menerima kritikan, baik yang ditujukan langsung kepada saya, melalui Ketua Senat dan unsur lainnya, kami berjanji untuk merespons sepanjang tidak bertentangan dengan aturan dan ada jalan untuk itu. Sekali lagi, kami berjanji untuk merespons,” tandas Rektor.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here