Home Poso Lima Peran Masyarakat Atasi Demam Keong

Lima Peran Masyarakat Atasi Demam Keong

32
Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu foto bersama di sela kegiatan peresmian Laboratorium Schistosomiasis Desa Lengkeka Kecamatan Lore Barat dan desa Wuasa Kecamatan Lore Utara, Selasa (6/8/2019). (Foto: Humas Pemkab Poso)
  • Bupati Resmikan 2 Laboratorium Schistosomiasis

Poso, Metrosulawesi.id – Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu meresmikan Laboratorium Schistosomiasis Desa Lengkeka Kecamatan Lore Barat dan desa Wuasa Kecamatan Lore Utara, Selasa (6/8/2019).

Pada keempatan itu, Darmin Agustinus Sigilipu mengajak kepada semua pihak untuk berkomitmen dan meningkatkan kepedulian terhadap upaya pemberantasan penyakit schistosomiasis. Sehingga, kata dia  diharapkan kabupaten Poso secara nyata dapat terbebas dari penyakit berbahaya itu.

Dia mengatakan,  guna mewujudkan komitmen tersebut maka diperlukan partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit schistosomiasis melalui langkah-langkah.

Pertama, berlaku hidup bersih dan sehat. Dua, tidak melintas dan beraktivitas di daerah fokus. Tiga, berpartisipasi dalam kegiatan pengobatan selektif maupun massal. Empat, melakukan kegiatan pemberantasan fokus keong melalui Gema Beraksi (Gerakan masyarakat mandiri berantas keong schistosomiasis) secara terus-menerus.

Lima, kegiatan-kegiatan inovasi dalam rangka pengendalian dan pemberantasan penyakit schistosomiasis seperti pembentukan tim pengendalian schistosomiasis desa.

Bupati menjelaskan, penyakit demam keong (schistosomiasis) adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh infeksi cacing shistosoma japonicum yang hidup didalam pembuluh darah hati manusia dan bila tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian.

Penyakit ini dalam siklus penularannya membutuhkan peran keong perantara (keong oncomelania hupansis lindoensis) yang hidup disekitar pemukiman dan tempat beraktivitas masyarakat. Dan di Indonesia sendiri hanya ada di daerah Bada dan Napu Kabupaten Poso, serta daerah Lindu Kabupaten Sigi.

Oleh karena itu lanjut Bupati, karena kompleksnya siklus penularannya, maka penyakit ini tidak dapat diselesaikan hanya dari sektor kesehatan saja, tetapi sangat dibutuhkan peran lintas sektor terkait mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah.  Itulah sebabnya pemerintah daerah telah berupaya membangun laboratorium schistosomiasis yang ada di desa Lengkeka dan Wuasa sebagai daerah fokus dalam rangka menunjang penegakan diagnosis, pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit schistosomiasis. Karena itu bupati berharap agar laboratorium schistosomiasis yang dibangun dengan biaya yang mahal dapat digunakan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama.

Pada kesempatan itu, Bupati Darmin juga menyerahkan dua unit mobil operasional serta kendaraan roda dua guna mendukung kelancaran tugas di lapangan, serta penyerahan kartu identitas anak dan bantuan sosial berupa fasilitas MCK bersih. Ketika ditanya wartawan tentang target program pemberantasan schistosomiasis yang dengan gencar dilaksanakan, bupati menegaskan, melalui kerja sama semua pihak yang didukung oleh seluruh masyarakat, dia optimis sebelum tahun 2025, Kabupaten Poso bisa mencapai zero point schistosomiasis. (as-hms/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here