Home Palu

Bersepeda Sambil Kenalkan Destinasi Wisata di Sulteng

522
FOTO BERSAMA - Kegiatan bersepeda komunitas Palu Goweser di Ranokeo, Uwentumbu, Kelurahan Kawatuna, Minggu, 4 Agustus 2019. (Foto: Dokumentasi Palu Goweser)

  • Komunitas Palu Goweser

Palu, Metrosulawesi.id– Sebagai bentuk kepedulian meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, salah satu komunitas bersepeda yaitu Palu Goweser gencar memperkenalkan destinasi wisata di Sulawesi Tengah.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Komunitas Palu Goweser, Faiz kepada Metrosulawesi saat ditemui di salah satu cafe di Kota Palu, Minggu malam, 4 Agustus 2019. Selain berolahraga, Ia mengungkapkan tujuan komunitas tersebut untuk melakukan beberapa kunjungan ke beberapa objek wisata yang belum tersentuh wisatawan.

“Kita lakukan ini bukan hanya untuk kesenangan tersendiri, tetapi sebenarnya bagaimana kami bisa membantu mempromosikan tempat wisata di Kota Palu maupun di Sulawesi Tengah pada umumnya melalui sosial media Instagram dan facebook, sehingga orang dari luar daerah tahu di sini memang indah dan bagus untuk dikunjungi,” ungkapnya.

Faiz mengungkapkan Palu Goweser sudah banyak mengunjungi tempat wisata di Kota Palu diantaranya, Tugu Perdamaian, Puncak Uwentumbu di Kelurahan Kawatuna, Bendungan Air Terjun di Desa Porame Kabupaten Sigi, Danau Sibili di Pantoloan, hingga lokasi paralayang di Desa Salena dan Puncak Matantimali.

“Yang paling jauh kita datangi yaitu lokasi wisata Danau Tambing di Kabupaten Poso. Syarat yang paling utama untuk masuk sebagai anggota Palu Goweser ialah harus memiliki sepeda seperti halnya komunitas lainnya. Sedangkan pembuatan baju dari komunitas ini sudah masuk tahap ke tiga,” terangnya.

Ia menjelaskan komunitas tersebut awalnya dibentuk oleh 10 orang anak muda yang punya kesamaan hobi yakni bersepeda. Namun, lanjut dia, seiring dengan berjalannya waktu dan kecintaan terhadap olahraga tersebut maka dibentuklah suatu komunitas, dan hingga sampai saat telah memiliki ratusan anggota.

“Jumlah anggota ratusan lebih kalau untuk di grup dan yang aktif mengikuti kegiatan bersepeda kurang lebih sekitar 50an orang. Jadi, awal mulanya terbentuk Palu Goweser itu hanya karena ada beberapa teman memiliki sepeda dan satu persatu mengajak untuk beberapa orang pergi mengunjungi tempat yang belum tersentuh wisatawan,” jelasnya

Ia berharap pemerintah daerah provinsi Sulawesi Tengah dan Kota Palu dapat memperhatikan serta bekerjasama dalam mendokumentasikan ragam objek wisata di Sulteng. Ia mengimbau masyarakat yang ingin bergabung menjadi anggota Komunitas Palu Goweser bisa langsung datang ke Sekretariat Palu Goweser Jalan Beo Nomor 43 A.

“Kita tidak seperti komunitas sepeda yang lainnya di Kota Palu. Komunitas ini diresmikan sejak 23 September 2018 atau lima hari sebelum kegiatan Festival Palu Nomoni. Pastinya ke depan sesuai dengan hasil keputusan rapat, kami akan membuat suatu kegiatan positif dan bisa jadi kita akan kerja sama dengan beberapa pihak kedepan, ” ungkapnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas