Home Hukum & Kriminal Polisi Tangkap Dua Pencuri Alat Pendeteksi Gempa

Polisi Tangkap Dua Pencuri Alat Pendeteksi Gempa

80
Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri, saat konfrensi pers di Mapolres Sigi, Senin 5 Agustus 2019, terakit dengan kasus tersangka pencurian alat pendeteksi gempa bumi. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Pelarian dua buron kasus pencurian alat pendeteksi gempa, milik BMKG Stasiun Geofisika Palu akhirnya berakhir, kedua tersangka yang masih berstatus pelajar itu ditangkap polisi setelah sempat buron beberapa waktu.

Kedua tersangka yang masih berstatus pelajr itu berinisial SW alias SE (16), yang saat ini masih berstatus pelajar disalah satu Pondok Pesantren Kota Bogor dan AM alis Mad (16), pelajar asal Kota Palu.

“Untuk tersangka AM alis Mad, kami amankan di kompleks Huntara, Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, dan untuk tersangka SW alis SE, diserahkan langsung oleh orang tuanya ke pihak Kepolisian Resort (Polres) Sigi, guna mengikuti proses pertanggungjawaban atas perbuatannya tersebut,” ungkap Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri, kepada sejumlah jurnalis saat Konfrensi Pers, di Mapolres Sigi, Senin 5 Agustus 2019.

AKBP Wawan Sumantri, juga mengatakan bahwa kedua tersangka itu diamankan setelah petugas melakukan pengembangan terhadap pelaku kasus pencurian alat pendeteksi gempa, yang berinisial APS alias Angger (14), warga Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, yang diamankan bersama salah satu tersangka yang berinisial SF alias Opan (43) warga Desa Mpanau, Kecamatan Sigi, beberapa waktu lalu.

 “Dua DPO kami sudah tangkap, merupakan rekan dari tersangka APS alais Angger, yang sebelumnya sudah diamankan, dan alhamdulillah ketiga pelaku utama dalam pencurian alat milik BMKG sudah terkumpul semua di sel tahanan,” ucapnya.

“Selain itu, dua penadah lainnya kami tangkap, yaitu Sadar, warga Desa Lolu dan Mansir warga Kota Palu,” tambahanya.

Dari tangan para tersangka pencurian dan penadah itu, lanjut Kapolres Sigi, pihaknya juga mengasmnkan barang bukti.Namun, masih ada barang bukti lainnya milik BMKG yang belum ditemukan karena sudah terjual kepada orang lain.

Ketiga pelaku utama membongkar pintu besi shelter pendeteksi gempa dan mengambil satu unit sensor broadband merek Nanometics warna hijau silver, tiga buah baterai merek HAZE warna abu-abu, tiga buah solar panel merek BP SOLAR BP 38OJ, dan satu unit solar regulator warna silver.

“Akan tetapi, tugas kami belum selesai sebab saat ini kita sedang dalam melakukan pengembangan serta penyelidikan kembali, terkait barang bukti lainnya yang sudah laku terjual. Karena dari laporan yang kami peroleh dari BMKG adalah perangkat tersebut dibeli dari Kanada dan tidak ada di Indonesia,” katanya.

Dari pengakuan pelaku, hasil setelah melancarkan aksinya itu kemudian dipakai untuk berfoya – foya bersama, ada pula menggunakannya sebagai alat tukar dengan Narkotika jenis sabu.

“Kapolres menghimbau, agar seluruh masyarakat Kabupaten Sigi jangan coba – coba untuk mengkonsumsi barang haram tersebut, dan selalu untuk mengawasi pergaulan anak – anaknya, agar tidak terjerumus ke hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang banyak,” imbaunya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Syamsu Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here