Home Palu Mengeluh, Belum Dapat Huntara

Mengeluh, Belum Dapat Huntara

131
MASIH DI TENDA - Kondisi pengungsian yang berada di Gedung Olahraga (GOR) Madani, Komplek Lapangan Golf, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Warga penyintas yang berada di Gedung Olahraga (GOR) Madani, Komplek Lapangan Golf, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Menilai pemerintah daerah sangat minim perhatian kepada korban bencana khususnya warga di pesisir pantai Talise.

Wakil Kordinator Shelter Pengungsian Gedung Koni, Moh Yusuf mengungkapkan sudah hampir sebelas bulan pascabencana 28 September 2018 lalu para penyintas mendiami Shelter pengungsian di tempat itu. Namun, hingga hari ini belum ada kejelasan dari pemerintah untuk merelokasi warga ke Hunian sementara (Huntara).

“Kami masih tetap seperti ini tinggal di tenda belum ada perubahan. Kalau saya lihat pemerintah Kota Palu bersifat tidak menghiraukan kami di sini, atau dibilang acuh tidak ada perhatian,” ujarnya kepada Metrosulawesi, Ahad 4 Agustus 2019.

Bahkan, menurutnya nasib para pengungsi tidak ada kejelasan sampai saat ini. Ditambah lagi dengan adanya kabar bahwa pengungsi yang ingin mendapatkan Huntara harus melampirkan sertifikat. Sedangkan, menurutnya para pengungsi terkena tsunami sudah puluhan tahun menempati lokasi yang terdampak.

“Apakah kami akan diberikan Huntara atau hanya dibiarkan saja seperti ini. Di mana tanggung jawab dari pemerintah terhadap kami masyarakat kecil korban bencana,” tuturnya.

Sementara itu, ia juga mengungkapkan sebelum bulan Ramadan tidak jauh dari lokasi pengungsian tersebut telah terbangun Huntara. Namun, kata dia, Huntara tersebut dibangun tidak jelas diperuntukkan untuk siapa.

“Belum ditahu untuk siapa Huntara itu dibangun karena masih disegel, apalagi dari pemerintahan tidak ada pemberitahuan maupun mengadakan pertemuan dengan pengungsi di sini,” ungkapnya.

Untuk jumlah penyintas yang mendiami Shelter pengungsian itu sekitar 83 kepala keluarga (KK) atau 300 jiwa. Sedangkan, bantuan untuk sekarang ini hanya mereka harapkan dari para relawan.

“Kami hanya harapkan bantuan dari relawan, saya mewakili para pengungsi sangat berharap agar pemerintah secepatnya sediakan tempat yang layak untuk dihuni, apakah kami akan dipindahkan ke Huntara atau tetap di sini,” harapnya.

Bila pemerintah tidak secepatnya menyediakan tempat tinggal, Ia mengungkapkan warga penyintas ingin membangun di lokasi zona merah tepatnya dipinggiran pantai yang terdampak tsunami.

“Jika tidak kepastian maka kami putuskan akan kembali ke lokasi awal, walaupun itu masuk zona merah,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan hingga saat ini belum ada dilakukan pendataan dari pemerintah Kelurahan Talise terkait warga yang akan mendapatkan hunian tetap (Huntap).

“Kondisi tenda sudah sangat parah banyak yang bocor, kenyamanan tidak ada lagi, ditambah dengan sudah banyak semut yang masuk ke tenda,” ungkapnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here