Home Ekonomi

2018, BPOM Temukan Produk Kosmetik Ilegal Rp128 Miliar

297
Deputi II Badan POM RI, Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc., saat memberikan sambutan pada kegiatan Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik untuk Generasi Milenial di Hotel Santika. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Selama periode tahun 2018, Badan Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia telah menemukan produk kosmetik ilegal dengan nilai keseluruhan sebanyak Rp128 miliar.

Deputi Bidang Pengawaaan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI, Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc., mengungkapkan bahwa sekitar 78 persen dari seluruh hasil temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang disita  sebesar Rp164 miliar.

“Dan ini menunjukkan jumlah yang cukup tinggi terhadap produk Kosmetik. Serta, dimanfaatkan oleh para pengusaha yang tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan kosmetik ilegal atau berbahaya dan palsu,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, Kamis (1/8/2019).

Lanjut dia, dengan semakin meningkatnya pelanggaran terhadap peredaran kosmetik ilegal. Maka, pengawasan free dan pos market yang rutin dilaksanakan seakan menjadi tidak efektif.

“Oleh sebab itu, kami melakukan intervensi kepada masyarakat untuk membangkitkan kewaspadaan agar dapat melindungi dirinya sendiri dari penggunaan kosmetik yang tidak memenuhi syarat,” katanya.

Sementara itu, Kampanye Cerdas Menggunakan Kosmetik untuk Generasi Milenial sudah dilaksanakan di 24 kota di Indonesia. Dengan sambutan dan antusiasme dari peserta generasi milenial yang sangat luar biasa.

“Kami BPOM juga terus memberdayakan dan selalu memberi edukasi agar masyarakat lebih mengetahui tentang bagaimana memilih kosmetik yang baik,” ujarnya menambahkan

Sedangkan di tahun ini, kegiatan yang dipelopori langsung oleh Badan Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia telah melaksanakan di Kota Balikpapan, Padang, Pekanbaru, Sumba Timur, Labuan Bajo dan Tanjung Selor.

“Kami mengharapkan informasi yang akan diberikan tidak berhenti sampai disini saja. Namun, tolong informasi itu disampaikan pada kerabat, teman maupun saudara. Sehingga, informasi ini semakin meluas agar dapat mengurangi penggunaan kosmetik yang bersifat ilegal,” terangnya

Dengan banyaknya penjualan kosmetik secaraonline ini, ia menyebut jika ada oknum-oknum yang menjual kosmetik ilegal dengan menggunakan bahan berbahaya. Oleh sebab itu, pihaknya mempunyai tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari produk-produk ilegal maupun berisiko terhadap kesehatan. 

Untuk itu, guna memastikan produk yang beredar dan digunakan masyarakat ini aman, BPOM sebagai pembuat regulasi dan aturan harus tegas mencegah adanya peredaran kosmetik terlarang tersebut. Selain itu, pemerintah juga harus memastikan, produk yang dihasilkan ituaman untuk digunakan oleh masyarakat.

“Dengan ini kami mengadakan komunikasi interaktif dengan gerakan satu kampanye cerdas kosmetik untuk generasi millenial. Kosmetik yang bermutu adalah bukan tanggung jawab sepeneuhnya oleh pemerintah, tetapi juga tanggung jawab oleh pelaku usaha dan masyarakat. Sehingga keamanan mutu kosmetik ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas