Home Hukum & Kriminal Tiga Penjarah Sarang Walet di Parimo Diciduk

Tiga Penjarah Sarang Walet di Parimo Diciduk

273
Para tersangka penjarah sarang burung walet di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tengah menjalani pemeriksaan penyidik di ruang reskrim Polsek Parigi. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi,id – Aksi pencurian sarang walet di Kabupaten Parigi Moutong mulai terungkap. Tiga dari empat pelaku berhasil diciduk petugas Polsek Parigi, Rabu 31 Juli 2019. Kini ketiganya tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Parigi.Kapolsek Parigi Moutong (Parimo), Iptu Pasek Wikaya, menuturkan aksi pencurian sarang walet terjadi sejak Mei 2019. Karena sudah meresahkan para pemilik, aksi pencurian itu baru dilaporkan ke petugas 30 Juli 2019. Dari laporan itulah, petugas langsung melakukan penyelidikan.

‘’Pencurian sarang wallet ini sebenarnya sejak Mei 2019 lalu. Namun, salah satu pemilik sarang walet, H. Suardi, warga Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, melapor ke petugas,’’ tutur Pasek Wikaya, kepada media di ruang kerjanya, Kamis 1 Agustus 2019, siang.  

Dari hasil penelusuran di lapangan, jelas Pasek Wikaya,   petugas mengamankan tiga orang yang diduga kuat sebagai pelaku. Ketiga pelaku itu yakni AG, AGI dan FI. Ketiganya diciduk petugas di dua lokasi yang berbeda. AG dan AGI diamankan di Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, sedangkan FI diamankan di tempat kerjanya di Desa Laebagu, Kecamatan Balinggi.

‘’Para tersangka ditangkap di dua lokasi berbeda. AG dan AGI yang masih ada hubungan keluarga diamankan di Desa Air Panas. Sementara tersangka FI diciduk petugas ditempat kerjanya di Desa Laebagu,’’ jelas Pasek Wikaya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Pasek Wikaya, AGI masih berstatus saksi. Sebab, AGI tidak ikut langsung melakukan aksinya mengambil sarang walet. Yang bersangkutan turut menjual hasil jarahan yang dilakukan para pelaku AG dan FI,’’ terangnya.

Masih pemeriksaan sementara, terungkap aksi para pelaku melakukan aksinya sebanyak dua kali di tempat yang sama yakni sarang walet milik H. Suardi. Aksi pertama, pelaku mengambil enam sarang walet. Selang tiga hari kemudian, pelaku kembali mengambil dalam jumlah yang banyak yakni 200 sarang walet. Dari aksi pelaku tersebut, pemilik mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp. 20 juta.

‘’Pengakuan pelaku sih, baru dua kali. Pertama hanya enam sarang walet. Tiga hari kemudian, pelaku mengambil sebanyak 200 sarang wallet,’’ papar Pasek Wikaya sembari menambahkan hasil jarahan pelaku sebagian besar dijual di Kota Palu. (*)

Reporter: Zoel Fahry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here