Home Hukum & Kriminal Dinyatakan P21, Kasus Miras Maut Masuk Babak Baru

Dinyatakan P21, Kasus Miras Maut Masuk Babak Baru

142
Ilustrasi. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Keseriusan penyidik Unit Kriminal Khusus (krimsus) Sat Reskrim Polres Palu dalam penanganan kasus minuman keras beracun produk lokal yang berujung pada tewasnya belasan orang pada Desember 2018 silam memasuki babak baru dengan keluarnya surat P21 dari Pihak Kejaksaan Negeri Palu.

Informasi yang berhasil dihimpun, pihak Penyidik Krimsus Sat reskrim Polres Palu di bawah kepemimpinan Kanit Krimsus, IPDA Punguan Hutahaean,S.Tr.K, sudah menerima surat dari Kejaksaan Negeri Palu tertanggal 29 Juli 2019, yang menyatakan penyerahan berkas perkara pidana tersangka atas nama Jhon Tyson Maelo alias Tyson sudah dinyatakan lengkap (P21).

Kasat Reskrim Polres Palu AKP Kristian Holmes Saragih SIK, saat dikonfirmasi,  Selasa, 30 Juli 2019, membenarkan hal itu. AKP Kristian Holmes mengatakan pihaknya sudah menerima surat P21 itu, dan rencananya dalam waktu dekat akan dilaksanakan tahap II, atau penyerahan tersangka dan barang bukti ke pihak Kejaksaan Negeri Palu.

“Iya kami sudah terima, dan rencananya dalam waktu dekat kami akan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke pihak Kejaksaan Negeri Palu untuk diproses hukum lebih lanjut,” ungkapnya.

AKP Holmes juga mengatakan bahwa kasus tersebut sempat beberapa kali terhambat, termasuk hasil lab autopsi korban tewas akibat mengkonsumsi miras maut itu, serta terkendala beberapa keterangan ahli pangan.

“Namun dengan komitmen penyidik Kriminal Khusus Sat Reskrim Polres Palu di bawah kepemimpinan Kanit Krimsus IPDA Punguan Hutahaean, serta dukungan dari berbagai pihak, kasus tersebut saat ini sudah masuk P21,” tegasnya.

Holmes juga menjelaskan dalam hasil uji lab terhadap sembilan sampel yang diambil dari TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan sejumlah sampel yang beredar di beberapa toko di Kota Palu, dari ketiga Miras yang dikonsumsi para korban mengandung methanol.

“Dari hasil uji lab, miras tersebut mengandung methanol, yang kita tahu adalah bahan berbahaya,” tambahnya.

Seperti diketahui, kasus Miras maut yang mengakibatkan 18 orang tewas itu terjadi pada Senin 17 Desember 2018 lalu. Dalam kasus tersebut pihak Satreskrim Polres Palu melakukan penyidikan, dan pada 13 Juni 2019 menetapkan pemilik pabrik minuman keras yang memproduksi Miras jenis Benteng, Marten dan Topi Raja, yakni Jhon Tyson Maeloa alis Tyson, ditetapkan sebagai tersangka dengan diterbitkanya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang dikeluarkan oleh Sat Raeskrim Polres Palu, Nomor B/285/VI/2019/Reskrim.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here