Home Palu RDP Pembayaran Jembatan IV Alot

RDP Pembayaran Jembatan IV Alot

166
  • Terungkap Percakapan WA Diduga Sopir Ketua DPRD dan Pihak PT Global

Palu, Metrosulawesi.id – Rapat dengar pendapat (RDP) yang membahas soal pembayaran Jembatan Palu IV di kantor DPRD Kota Palu, Senin 15 Juli 2019 berlangsung alot.

Di RDP yang dihadiri Walikota Palu Drs Hidayat terungkap percakapan WhatsApp (WA) yang diduga antara sopir Ketua DPRD Kota Palu Ishak Cae dan sopir dari PT Global (perusahaan yang mengerjakan jembatan IV. Bukti percakapan pesan singkat WhatsApp (WA) tersebut diungkap oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Palu Sofyan R Aswin.

Begini bunyi percakapan tersebut “Siang bpa, sya driver ibu Nany (Global), posisi bpa masih d arya duta?” tanya oknum pertama (O1). Lalu dijawab singkat oknum kedua (O2) “iya”. Kemudian percakapan pesan singkat itu terus berlanjut.

O1: D htel Arya duta kn Pak? maaf bpa d kamar berpa?”
O2: “Hotel aryaduta kamar 914”
O1: “Baik bpa”
O2: Memberikan emoticon tanda mengerti
O1: “Sdh biar sya nunggu d parkiran Pak,, nanti klo sdh mau jln d call sja pak?,”
O2: “Iya pak” kemudian dia lanjut “Mobil warna apa pak???”
O1: “Innova silver pak”
O2: “Oke… sy sdh di depan loby pak.” kemudian oknum kedua mengirimkan dua nomor telepon. (yang ternyata setelah dicek kedua nomor itu adalah milik Ketua DPRD Ishak Cae).
O1: “Cba tlg d cek Pak, sdh msk semua kah??” dia melanjutkan “maaf Pak,, ni mlm gk jd ktmuan ma B Nany kah Pak?,,”
O2: “Tadi pak ishak bilang jadi… sbntar klau sdh mau menuju ke bandara pak”
O1: “O gtu,,” percakapan pesan singkat itu pun berakhir.

Bukti ini diperlihatkan Sofyan saat diberi kesempatan untuk berbicara dalam RDP tersebut. Namun setelah itu, Ketua DPRD Kota Palu Ishak Cae yang memimpin rapat tidak menanggapi hal tersebut. Ia mengalihkan pembahasan terkait mekanisme pembayaran yang dianggap sudah sesuai oleh Pemerintah Kota Palu.

Terkait isu dugaan suap Rp2 miliar, sejumlah Anggota DPRD beranggapan bahwa itu merupakan hoax yang sengaja disebar untuk merusak citra lembaga tersebut. Sebagian lainnya beranggapan bahwa isu tersebut harus diseriusi. Namun hampir semua setuju agar kasus tersebut diusut tuntas hingga ke aparat penegak hukum untuk menghindari citra buruk di lembaga legislatif tersebut.

Sementara itu, salah satu anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Palu Danawira Asri yang mencoba meminta kesempatan berbicara sempat bersuara keras karena permintaannya untuk berbicara tidak diindahkan oleh Ketua DPRD Kota Palu yang memimpin jalannya RDP.

Sejumlah Anggota DPRD lainnya yang meminta kesempatan berbicara bahkan diberi kesempatan berkali-kali. Terkait hal ini, Danawira Asri mempertanyakan keputusan Ketua DPRD tersebut.

Danawira pun angkat bicara saat ditemui seusai rapat yang berlangsung hingga pukul 18.00 Wita.

“Saya mau bahas soal dugaan suap itu. Saya sebagai Anggota Banggar juga merasa dirugikan, karena ada isu bahwa setengah Anggota Banggar menerima dana itu,” ujarnya yang masih kesal karena tidak diberi kesempatan berbicara dalam ruang sidang.

“Saya jadi heran kenapa pimpnan tidak berikan kesempatan. Saya mau terang benderang. Di komisi C memang tidak pernah dibahas soal pembayaran utang Jembatan IV Palu ini,” sebutnya.

Dia menganggap, seharusnya tidak perlu lagi dilakukan RDP dengan pihak pemerintah Kota Palu terkait mekanisme pembayaran. Namun yang perlu dibahas adalah terkait dugaan suap Rp2 miliar yang diributkan oleh sejumlah Anggota DPRD Kota Palu.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Palu menyayangkan ketidakhadiran dua Anggota DPRD yang kerap berbicara terkait adanya dugaan suap sebesar Rp2 miliar, prihal pembayaran utang Jembatan Palu IV. Kedua Anggota DPRD yang dimaksud yakni Ketua Fraksi PKB Alimuddin Ali Bau serta mantan Ketua DPRD Iqbal Andi Magga.

Sebelumnya Iqbal Andi Magga mengaku sempat ditawari uang sebesar Rp2 miliar ketika masih menjabat Ketua DPRD oleh pihak PT Global.

Dalam RDP tersebut, Walikota Palu Hidayat mengaku akan melaporkan pihak mana saja jika menuduh pemerintah Kota menerima suap dari pembayaran JEmbatan Palu IV.

“Saya bingung siapa yang mau dilaporkan ini? Soalnya tidak ada yang bilang siapa yang disogok, jadi siapa yang disogok? sekarang siapa yang mau dilapor? kalau ada yang katakan kita mengambil uang saya akan lapor,” tandasnya.

Walikota setuju jika kasus tersebut diselesaikan oleh penegak hukum agar jelas siapa yang menerima dugaan suap tersebut, sehingga tidak ada lagi fitnah yang beredar. hal serupa juga diungkapkan oleh sejumlah Anggota DPRD Kota Palu.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here