Home Palu Aset Terpisah, Pembangunan Tanpa Biaya APBD

Aset Terpisah, Pembangunan Tanpa Biaya APBD

142
Muhammad S. Lahanto (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Direktur PT. Citra Nuansa Elok (CNE), Muhammad S. Lahanto menjelaskan, tidak ada penghapusan aset dalam pembangunan kembali Mall Tatura Palu (MTP).

“Pada 8 Februari 2019 dilakukan dengar pendapat di DPRD Kota Palu. Pada saat itu DPRD Palu instruksikan kami segera lakukan pembongkaran. Sebenarnya pembongkaran kita lakukan sejak 3 Maret 2019, namun kami masih mengeluarkan inventaris berharga tenant-tenant,” kata Muhammad saat konferensi pers, Sabtu, 13 Juli 2019.

“Dan tidak ada mekanisme penghapusan aset di Mall Tatura Palu ini, jika ada, pasti waktu hearing hal ini diperintahkan oleh DPRD Palu. Selain itu, aset Mall Tatura Palu ini terpisah, karena PT CNE sebagai pengelola Mall Tatura Palu bentuknya ada Perseroan Terbatas atau PT, yang terdiri dari saham-saham, dimana tunduk atas aturan Undang-Undang Perseroan Terbatas,” kata sosok yang akrab disapa Memet ini.

Dia juga menegaskan bahwa pembangunan Mall Tatura Palu tidak akan menggunakan anggaran Pemkot Palu atau pun penyertaan modal.

“Pemegang saham terbesar PT. CNE adalah Pemkot Palu yakni 98,8 persen. Kami tidak akan menggunakan anggaran Pemkot Palu atau APBD dalam pembangunan kembali Mall ini,” tegasnya.

Memet mengungkapkan, dibutuhkan kurang lebih Rp400-500 miliar untuk pembangunan kembali Mall Tatura Palu.

“Klaim asuransi yang kami terima Rp87 mIliar. Kenapa tidak utuh Rp91 miliar seperti klaim asuransi awal, karena ada pemotongan 2,5 persen untuk perhitungan resiko. Asuransi akan melakukan lima kali pembayaran. Pembayaran pada tahap pertama sebesar Rp31 miliar yang akan kami terima Juli ini. Dan kami akan buka rekening sendiri untuk dana tersebut,” katanya.

“Kemungkinan besar pembiayaan pembangunan tersebut dari Perbankan dan investor. Janganlah lagi kita menyusahkan pemerintah. Target pembangunan selesai selama 18 bulan. Dan PT CNE tidak dibawah Perusda ya, tidak ada kaitannya. Akhir tahun ini paling lambat pembangunan dimulai,” katanya lagi.

Memet berharap pembangunan Mall Tatura Palu akan membawa dampak positif bagi perkembangan perekonomian Kota Palu pascabencana.

“Yang jelas pembangunan gedung Mall Tatura Palu nantinya tidak akan meninggalkan unsur-unsur kearifan lokal. Kami juga akan menyediakan spot-spot khusus bagi UKM-UKM di Kota Palu,” katanya.

Memet pun optimis Mall Tatura Palu yang baru nanti lebih baik dari sebelumnya.

“Pasti akan lebih megah. Saya optimis pemmbangunan kembali Mall Tatura Palu akan berdampak positif bagi perekonomian karena Kota Palu berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten diantaranya Sigi dan Donggala. Ada juga kabupaten terdekat yakni Parigi Moutong,  Kabupaten Pasangkayu terbilang dekat. Saya yakin penduduk kabupaten-kabupaten tersebut akan datang berbelanja atau pun refreshing ke mall ini,” katanya.

“Akhirnya, saya meminta kepada rekan-rekan media untuk memberikan informasi dan publikasi yang baik soal pembangunan kembali Mall Tatura Palu. Kami pihak pengelola yakin bahwa pembangunan ini akan bernilai positif bagi perekonomian Kota Palu,” katanya.

Reporter: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here