Home Sigi 8.000 Ha Sawah di Sigi Masih Berproduksi

8.000 Ha Sawah di Sigi Masih Berproduksi

32
Mulyadi. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)
  • Mulyadi: Kami Bisa Penuhi Kebutuhan Pangan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi Mulyadi Hiola mengungkapkan ada sekitar 8.000 hektare lahan pertanian/sawah di daerah itu masih berproduksi dengan baik.

“Kami masih bisa memenuhi kebutuhan pangan dari hasil pertanian masyarakat Sigi tanpa harus impor. Itu karena lahan pertanian dibagian selatan seperti Kulawi, Palolo, Pipikoro dan Nokilalaki tetap produksi. Lahan disana tidak terdampak bencana gempa,” ungkapnya di Palu, Selasa, 10 Juli.

“Konsumsi pangan masyarakat Sigi hanya 80.000 ton per tahun, pada tahun 2017 kami swasembada dengan produksi 120.000 ton. Jadi masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Mulyadi menerangkan untuk Kabupaten Sigi total luas pertanian/sawah mencapai 15.000 hektare. Dari luas itu ada sekitar 6.099 hektare yang terdampak akibat kerusakan irigasi Gumbasa pascabencana pada 28 September 2018. Namun demikian lahan yang terdampak tersebut masih bisa difungsikan seluas 4.910 hektare meski dengan hasil minim.

“Yang sama sekali tidak bisa difungsikan hanya sekitar 1.000 hektare karena kondisinya kering tidak ada air,” terang dia.

Pemkab Sigi dikatakan Mulyadi terus berupaya untuk melakukan pemulihan lahan terdampak bencana. Saat ini pihaknya tengah mengajukan permohonan bantuan penyediaan sumur dangkal ke Kementerian Pertanian RI.

Ada sekitar 500 titik yang akan dibuatkan sumur dangkal untuk kebutuhan pengairan pertanian. Upaya tersebut dilakukan bersamaan perbaikan irigasi Gumbasa yang tengah dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulteng. Irigasi Gumbasa yang mengalami kerusakan yaitu 53 KM untuk irigasi skunder dan 43 KM untuk irigasi primer.

Hasil pertanian dari masyarakat Sigi cukup lengkap yaitu tanaman palawija dan hortikultura. Sejumlah NGO dan organsiasi membantu masyarakat diberikan bantuan bibit tanaman semusim agar cepat menghasilkan. Selain itu sejumlah bantuan alat pertanian terus berdatangan seperti hand tractor.

“Tapi yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini yaitu pengairan area pertanian agar bisa kembali menanam,” tandas Mulyadi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here