Home Palu Zonasi PPDB Petobo-Balaroa Dibagi Dua Wilayah

Zonasi PPDB Petobo-Balaroa Dibagi Dua Wilayah

174
SEKOLAH TERDAMPAK - Kondisi salah satu sekolah terdampak di Kelurahan Boyaoge, Kota Palu. (Foto: Yusuf Bj/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, H Ansyar Sutiadi mengungkapkan, mekanisme sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri di Petobo dan Balaroa dibagi menjadi dua wilayah.

“Maka yang semula warga Petobo itu mendaftar ke SMPN 21 Palu, maka tahun ini karena ada bencana, sehingga sistem zonasinya dibagi menjadi dua bagian. Olehnya itu bagi warga Petobo dibagian batas tanggul ke atas, zonasinya masuk ke SMPN 21 Palu. Sementara atas tanggul bagian bawah zonasinya ke SMPN 6 Palu,” jelas Ansyar di Palu, Rabu, 3 Juli 2019.

Sementara kata Ansyar, di Balaroa juga seperti itu dibagi dua, sehingga untuk Balaroa bagian atas diarahkan zonasinya masuk ke SMPN 13 Palu, sementara dibagian bawah ke SMPN 3 Palu.

“Jadi di Petobo dan Balaroa sistem zonasinya ada penyesuaian, karena mereka terdampak langsung bencana likuifaksi,” ungkapnya.

Ansyar mengatakan, PPDB zonasi di Petobo dan Balaroa tetap berbasis Kelurahan, hanya saja kelurahannya dibagi menjadi dua.

Sebelumnya, Ansyar Sutiadi mengungkapkan, masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) diperpanjang hingga 6 Juli 2019.

“Perpanjangan waktu PPDB disebabkan masih banyak peserta didik yang belum mendaftar, sehingga banyak bangku yang belum terisi,” kata Ansyar.

Kata Ansyar, di masa perpanjangan waktu pendaftaran ini, Disdikbud Palu manfaatkan mencari data PPDB pada sekolah swasta, dan Madrasah.

“Sehingga dapat diketahui jumlah peserta didik SD yang lulus dengan yang mendaftar,” katanya.

“Kita tidak ingin peserta didik ada yang tidak masuk sekolah, bahkan kita tidak ingin ada yang tidak bersekolah,” ungkapnya.

Ansyar mengatakan, perpanjangan waktu pendaftaran ini ditetapkan setelah Disdikbud Palu mengadakan pertemuan bersama sejumlah kepala sekolah dengan mengevaluasi PPDB per tanggal 1 Juli, ternyata masih ada sekolah kekurangan pendaftar dan masih ada beberapa sekolah melebihi kuota.

“SMP yang sudah penuh kuotanya kami sudah tutup pendaftarannya, seperti di SMPN 1 Palu, SMPN 2 Palu, SMPN 3 Palu, SMPN 11 Palu dan SMPN 16 Palu. Jadi ada lima sekolah kami sudah tutup PPDBnya. Namun bagi sekolah yang masih kurang pendaftar, maka kami perpanjang waktunya pendaftarannya hingga 6 Juli, karena masih banyak kekurangannya,” jelasnya.

Ansyar berharap, masa perpanjangan waktu PPDB ini dimanfaatkan oleh orang tua atau peserta didik untuk mendaftarkan anaknya di sekolah masing-masing sesuai zonasi. Kemudian Pengumuman PPDB dilaksanakan secara serentak pada 10 Juli 2019.

“Untuk sekolah yang mengalami kekurangan pendaftar yakni SMPN 14 Palu dan SMPN 15 Palu yang masih membutuhkan siswa kurang lebih 200 orang. Jadi nanti kita akan lihat hingga 6 Juli, jika memang masih ada kekurangan, mungkin ada kebijakan lagi,” ungkapnya.

Kata dia, dari 22 SMP Negeri di Kota Palu yang melaksanakan PPDB, baru lima sekolah yang sudah kuotanya telah mencukupi dan pendaftarannya telah ditutup. Sementara masih ada sekitar 17 SMP masih menerima siswa baru.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here