Home Palu

Walikota: RTRW Harus Betul-Betul By Design

454
HADIRI ACARA - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Palu, Ir Dharma Gunawan Mochtar MSi saat menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan dalam acara Perumusan Konsep Revisi RTRW Kota Palu Acara di salah satu hotel di Kota Palu, Selasa, 2 Juli 2019. (Foto: Humas Pemkot)

Palu, Metrosulawesi.id – Mewakili Walikota Palu, Hidayat M.Si, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Palu, Ir Dharma Gunawan Mochtar MSi menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan dalam acara Perumusan Konsep Revisi RTRW Kota Palu Acara di salah satu hotel di Kota Palu, Selasa, 2 Juli 2019.

Dalam sambutannya,  Dhama Gunawan berharap dalam acara tersebut dapat dirumuskan rencana pembangunan Kota Palu kedepan.

“Berbagai langkah dan kebijakan strategis dalam menata kota palu kedepan yang lebih sensitif terhadap isyu kebencanaan , sehingga rencana struktur ruang ,rencana pola ruang serta pembangunan kawasan strategis kota benar-benar direncanakan secara by design,” katanya.

Dharma mengatakan jika hal itu dilaksanakan, maka kapasitas daya dukung dan daya tampumg kawasan di Kota Palu benar-benar  bervisi pembangunan jangka panjang.

Dharma berharap berbagai catatan kritis di berbagai forum diskusi tentang keruangan di Kota Palu pascabencana hendaknya diambil menjadi suatu masukan untuk tim penyusun dan konsultan.

“Berbagai masukan dalam forum diskusi ini menjadi masukan bagi tim penyusun dan konsultan sehingga berbagai pikiran konstrusksi dapat terus berkembang, sampai prosesnya bergulir hingga ke dprd untuk ditetapkan sebagai peraturan daerah,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, DR. Mohammad Rizal S.T M.Si, Direktur Pembinaan Kawasan Direktorat Jendral Tata Ruang, Kepala Kantor ATR/BPN Kota Palu, serta TIM JICA.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Kota Palu, Iskandar Arsyad mengungkapkan pembangunan Jembatan Palu IV akan dilaksanakan sepenuhnya oleh Japan Internasional Cooperation Agency (JICA). Kurang lebih JICA menggelontorkan Rp300 miliar untuk pembangunan jembatan itu.

“Pembangunan jembatan IV Palu 100 persen bantuan dari pemerintah Jepang, bantuan ini merupakan dana hibah. Jadi yang mengerjakan jembatan IV ini adalah pemerintah Jepang melalui JICA,”  jelasnya.

Kata Iskandar, pembangunan jembatan IV direncanakan September atau Oktober 2019, karena ditargetkan 2020 sudah selesai.

“Untuk lokasi jembatan IV Palu bergeser dari lokasi sebelumnya. Jadi dari arah barat bergeser 80 meter, di arah timur begeser 50 meter. Kenapa tidak dibangun di tempat awalnya, karena setelah dikaji rawan, sehingga digeserlah pembangunan jembatan IV,” katanya.

Iskandar mengungkapkan, dalam pembangunannya, diharapkan Lurah atau Camat berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk terlibat dalam pembangunan jembatan IV.

“Namun untuk jumlah orang yang digunakan belum diketahui pasti. Tetapi dari pengalaman pembangunan jembatan IV Palu membutuhkan orang sekitar seratusan orang,” katanya.

“Pekerjaan-pekerjaan yang sederhana dan tidak membutuhkan keahlian, Lurah meminta masyarakat lokal dilibatkan. Kepastian jumlahnya, kami belum bisa tentukan, karena kami harus berkonsultasi dengan pihak PUPR dan pemerintah Jepang,” ujarnya.

Selain itu kata Iskandar, untuk jalan aternatif ke daerah Palu Barat agar tidak macet, maka Pemkot Palu juga telah membangun Jembatan V dengan panjang 100 meter, lebarnya 12 meter dan tinggi kurang lebih 6 meter, menghubungkan Jalan Anoa II dan Jalan Jati, tembus ke Boyaoge.

“Pembangunan Jembatan V ditargetkan selesai akhir Desember 2019. Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan jembatan V oleh Pemkot Palu melalui APBD sekitar Rp43 miliar lebih, yang mengerjakan Dinas PU Kota Palu,” ungkapnya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas