Home Olahraga

Pebiliar Palu Kandas di Semi Final, Balikpapan Juara

269
Para semifinalis dan juara Breaking Point 10 Ball Open Tournament menerima trofi dan bonus di rumah biliar Breaking Point, Jalan Letjen Soeprapto, Palu. (Foto: Ist)

  • Breaking Point 10 Ball Open Tournament

Palu, Metrosulawesi.id – Kejuaraan biliar Breaking Point 10 Ball Open Tournament berakhir Minggu 30 Juni 2019 malam. Pebiliar asal Balikpapan, Stanley berhasil merebutgelar juara.

Final kejuaraan biliar yang digelar di rumah biliar Breaking Point tersebut mempertemukan Stanley dengan Irwanto asal Kota Kendari. Stanley keluar jadi juara di pertandingan puncak setelah mengunci kemenangan dengan skor 7-5.

Sebelumnya Stanley mengalahkan rekan sekotanyaRoy di putaran semi final. Sementara pebiliar asal Kota Palu Harly Pratama yang juga lolos ke semifinal tidak mampu membendungperwakilan Kota Kendari Irwanto untuk melaju ke final.

Selain berhak memboyong trofi juara Stanley juga diberi bonus sebesar Rp30 juta, sementara Irwanto mendapatkan trofi runner up serta bonus sebesar Rp10 juta. Dua semifinalis, Harly serta Roy diberi bonus Rp5 juta. Peserta yang lolos ke putaran delapan besar juga diganjar bonus Rp2 juta, serta Rp1,5 juta untuk peserta yang lolos ke putaran enam belas besar.

Ketua Panitia kejuaraan Breaking Point 10 Ball Open Tournament Dhika Adhil Prasetyo menyebut kejuaraan tersebut merupakan bentuk kepedulian rumah biliar miliknya dalam mendukung pengembangan prestasi atlet biliar, baik di Sulawesi Tengah maupun secara nasional.

“Harapan saya kegiatan seperti ini lebih sering diselenggarakan dalam cakupan nasional agar lebih melatih mental pemain,Sulteng, khususnya Kota Palu,” ungkap pria yang akrab disapa Didit itu.

Dia mengaku akan menjadikan kejuaraan biliar di Breaking Point sebagai kejuaran berlanjut.

“Alhamdulilah walaupun tanpa adanya sponsor kegiatan ini bisa sukses terlaksana, walaupun hanya ada support saja yang kemarin membantu dalam bentuk konsumsi dan percetakan,” ungkapnya.

“Insyaallah kegiatan ini akan saya buat lagi tahun depan di ulang tahun kedua rumah biliar Breaking Point,” jelasnya.

Sementara itu, kejuaraan yang sebelumnya dijadwalkan akan dihadiri oleh pebiliar asal Filipina Jundel Mazon, batal hadir. Jundel tidak bsa hadir karena tidak mendapatkan surat rekomendasi dari klub atau pengurus biliar di tempatnya untuk bisa datang ke Indonesia, khususnya Kota Palu.

“Padahal sudah sempat belikan dia tiket untuk ke Manila, tapi ternyata suratnya tidak keluar,” ungkap Didit.

Kejuaraan Breaking Point 10 Ball Open Tournament sendiri memperebutkan total bonus senilai Rp70 juta. Puluhan pebiliar dari berbagai daerah, tidak hanya se-Sulawesi Tengah tapi dari berbagai provinsi ambil bagian dalam kejuaraan itu.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas