Home Ekonomi

Mei, Nilai Ekspor Sulawesi Tengah US$ 434,44 Juta

176
Kepala BPS Sulawesi Tengah, Faizal Anwar saat memberikan penjelasan terkait kondisi perekonomian Sulteng. (Foto: Pataruddin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Perdagangan luar negeri Provinsi Sulawesi Tengah dilakukan melalui transaksi ekspor dan impor. Kompilasi data statistik diperoleh dari data sekunder berupa dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang berasal dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). Komoditas andalan ekspor yang diperdagangkan terutama berasal dari sebagian besar potensi sumber daya alam dan hasil industri domestik yang dimiliki wilayah Sulawesi Tengah. Adapun negara tujuan ekspor meliputi benua Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika. Transaksi ekspor dan impor dilakukan melalui beberapa pelabuhan utama yakni Pantoloan, Kolonodale, Luwuk, dan Banggai.

“Ekspor Nilai ekspor Sulawesi Tengah selama Mei 2019 senilai US$ 434,44 juta atau naik US$ 28,84 juta (7,11 persen) dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai sebesar ini merupakan ekspor langsung melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 425,58 juta dan provinsi lain senilai US$ 8,86 juta. Selama Januari-Mei 2019, total nilai ekspor Sulawesi Tengah tercatat US$ 2.242,04 juta atau meningkat US$ 343,08 juta (18,07 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 1.898,96 juta. Jika dirinci, ekspor melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 2.192,94 juta dan provinsi lain senilai US$ 49,10 juta,” kata Kepala BPS Sulawesi Tengah Anwar Faizal pada rilis bulanan, Senin, 1 Juli 2019..

Menurut Anwar FAizal, selama Mei 2019, ekspor Sulawesi Tengah (melalui Sulawesi Tengah dan Provinsi lain) didominasi oleh tiga kelompok komoditas utama, yaitu kelompok komoditas besi dan baja senilai US$ 342,98 juta atau 78,95 persen dari total ekspor, bahan bakar mineral senilai US$ 63,43 juta (14,60 persen), dan bahan kimia anorganik senilai US$ 12,45 juta (2,87 persen). Kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah 2,00 persen. Selama Januari-Mei 2019, kelompok besi dan baja mendominasi pangsa ekspor senilai US$ 1.576,20 juta atau 70,30 persen dari total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$ 518,04 juta (23,11 persen). Sementara itu, kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya terhadap total ekspor masing-masing di bawah 4,00 persen.

“Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor paling utama selama Mei 2019 yakni mencapai US$ 109,86 juta atau 25,29 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Tengah, diikuti Taiwan senilai US$ 82,37 juta (18,96 persen), Italia senilai US$ 67,25 juta (15,48 persen), dan Malaysia senilai US$ 46,03 juta (10,60 persen). Sementara itu, nilai ekspor ke negara tujuan lainnya masing-masing di bawah 7,00 persen.” kata Anwar.

Selama Januari-Mei 2019, ekspor terbesar Sulawesi Tengah (melalui Sulawesi Tengah dan Provinsi lain) ditujukan ke Tiongkok senilai US$ 623,44 juta, diikuti ke Korea Selatan senilai US$ 407,48 juta, Taiwan senilai US$ 382,48 juta, dan Jepang senilai US$ 238,64 juta. Berdasarkan kontribusinya, ekspor ke empat negara tujuan tersebut meliputi Tiongkok 27,81 persen, Korea Selatan 18,17 persen, Taiwan 17,06 persen, dan Jepang 10,64 persen.

Selama Mei 2019, keseluruhan transaksi ekspor melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 425,58 juta, difasilitasi oleh Pelabuhan Kolonodale senilai US$ 345,50 juta, Luwuk senilai US$ 75,88 juta dan Pantoloan US$ 4,20 juta. Sedangkan ekspor melalui pelabuhan di provinsi lainnya tercatat US$ 8,86 juta masing-masing melalui Tanjung Priok (DKI Jakarta) senilai US$ 1,10 juta, Tanjung Emas (Jawa Tengah) senilai US$ 0,25 juta, Tanjung Perak (Jawa Timur) senilai US$ 7,23 juta, dan Makassar (Sulawesi Selatan) senilai US$ 0,28 juta. Hal ini berarti pelabuhan muat ekspor di Sulawesi Tengah berperan sebesar 97,96 persen.

Selama Januari-Mei 2019, Pelabuhan Kolonodale mendominasi layanan ekspor senilai US$ 1.588,88 juta atau 70,87 persen dari total nilai ekspor, disusul Luwuk senilai US$ 593,80 juta atau 26,48 persen, dan Pantoloan senilai US$ 10,26 juta atau 0,46 persen. Sementara itu, ekspor melalui pelabuhan di provinsi lainnya tercatat US$ 49,10 juta atau sebesar 2,19 persen. (*)

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas