Home Hukum & Kriminal Kasus Dongi-dongi Segera Dilimpahkan

Kasus Dongi-dongi Segera Dilimpahkan

73
AKBP Didik Supranoto. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng, menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus penambangan tanpa IUP, IUPK, yang bukan dari pemegan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Ijin Usaha Peryambangan Khusus (IUPK), dalam kasus Dongi-dongi.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto.S.IK, kepada awak media, Senin 1 Juli 2019 menjelaskan bahwa, ketiga tersangka itu berinisial RD dan OV, yang keduanya merupakan warga dusun Dongi-dongi, yang diamnakan pada 27 mei 2019, dengan barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Avanza DN 1269 NF, yang sedang mengangkut material batu yang mengandung emas (Reff), sebanyak 17 karung tanpa izin, di jalan Gunung Sari, kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Sementara salah satu tersangka lainya yakni seorang wanita yang berinisial Hj. ER, warga jalan Vetran, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, dengan barang bukti berupa 200 karung pasir reff dan satu unit mobil Dum Truck DN 8586 VF, diamankan pada 10 Mei 2019.

“Penangkapan tersangka dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulteng, di tempat yang berbeda,” ungkap Didik.

Didik juga mengatakan penangkapan ketiga tersangka berdasarkan Laporan Polisi : LP-A/159/2019/sulteng/2019 tanggal 28 mei 2019 tentang, melakukan usaha pertambangan tanpa IUP, IPR IUPK dan atau menampung, memanfaatkan, melakukan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan pemegang IUP,IPR dan IUPK.

“Dalam kasus ini penyidik Dit Reskrimsus Polda Sulteng menerapkan pasal 158 Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, dan denda Rp10 miliar, dan pasal 161 Undang-Undang RI No. 4 Tahun 2009, tentang pertambangan Mineral dan batubara,” jelasnya.

Didik menegaskan, saat ini berkas sudah dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa penuntut umum (JPU), tinggal menunggu tahap 2, penyerahan tersangka dan barang bukti.

“Diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal diluar dari ketentuan hukum yang berlaku,” imbaunya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here