Home Ekonomi

Juni, Inflasi Palu Sebesar 0,96%

181
Faizal Anwar. (Foto: Pataruddin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat, selama Juni 2019, Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,96 persen yang dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 3,27 persen, diikuti oleh kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan (0,97 persen), sandang (0,69 persen), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,35 persen), serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,01 persen).

“Kelompok kesehatan mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,19 persen, sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga relatif tidak mengalami perubahan. Pada periode yang sama, inflasi year on year Kota Palu mencapai 5,32 persen. Kenaikan indeks year on year tertinggi terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 8,14 persen, sedangkan kelompok sandang mengalami kenaikan indeks terendah sebesar 2,30 persen,” kata Kepala BPS Sulteng Anwar Faizal dalam rilis bulanan, Senin, 1 Juli 2019.

Menurut Anwar, inflasi Kota Palu sebesar 0,96 persen disumbangkan oleh andil kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,67 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,08 persen, kelompok sandang sebesar 0,04 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dengan andil di bawah 0,01 persen, sedangkan kelompok kesehatan memberikan andil negatif sebesar  0,01 persen.

“Beberapa komoditas utama yang memiliki andil terhadap inflasi antara lain ikan selar (0,27 persen), tarif angkutan udara (0,18 persen), ikan cakalang (0,15 persen), ikan kembung (0,10 persen), ikan ekor kuning (0,09 persen), cabai rawit (0,08 persen), ikan layang (0,08 persen), ikan mujair (0,04 persen), kue basah (0,04 persen) dan kue kering berminyak (0,04 persen),” katanya.

Sedangkan beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi antara lain kangkung (0,06 persen), ikan teri (0,06 persen), bawang putih (0,05 persen), bawang merah (0,04 persen), tomat sayur (0,04 persen), telur ayam ras (0,03 persen), udang basah (0,02 persen), minyak goreng (0,02 persen), bayam (0,01 persen), dan shampo (0,01 persen).  (*)

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas