Home Nasional

FUI Sulteng Mengecam, Minta Umat Tenang

210
BERI KETERANGAN - Hartono didampingi Arafat Arsyad dari FUI Sulteng memberikan keterangan kepada wartawan di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Senin 1 Juli 2019. (Foto: Ist)

  • Wanita Bawa Anjing ke Masjid

Palu, Metrosulawesi.id – Forum Umat Islam (FUI) Sulteng mengecam keras tindakan seorang wanita berinisial SM (52) yang membawa anjing ke dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Bogor yang sempat viral di medsos.

“Apapun motifnya, kasus ini sudah memenuhi unsur penistaan. Jangankan masjid, dalam pandangan kami seorang muslim, rumah saja jika ada anjingnya dan bukan untuk menjaga atau digunakan berburu, maka rumah itu tidak akan dimasuki malaikat. Apalagi ini masjid, rumah Allah,” kata Hartono di depan para jurnalis di kantor AJI Palu, Senin 1 Juli 2019.

Hartono didampingi salah satu komponen FUI Sulteng, Arafat Arsyad meminta polisi, untuk mengusut dan menyelesaikannya sesuai jalur hukum.

“Jangan ada ketimpangan dalam penegakan hukum. Kita mau lihat komitmen kepolisian dalam kasus ini. Jangan ada kesan, tebang pilih. Sebab seharusnya semua warga negara statusnya sama di mata hukum,” katanya lagi.

Di balik itu, FUI Sulteng juga meminta agar semua komponen anak bangsa bisa untuk saling menghormati.

“Jangan lagi dibangun opini dan dibuat-buatlah narasi, bahwa pelaku sedang depresi, gangguan jiwa atau gila. Semua fakta telah terbuka, kalau memang gila, kenapa penampilannya sangat parlente dan bahkan bisa bawa kendaraan sendiri,” katanya.

Arafat Arsyad, Humas FUI Sulteng, menambahkan bahwa Ormas yang tergabung dalam bendera FUI Sulteng, sudah melakukan koordinasi. Umumnya, semua Ormas sepakat harus ada sikap dari FUI Sulteng.

“Langkah awal kami prescon saja dulu. Kalau perkembangan kasus ini, tidak sesuai yang kami harapkan, FUI Sulteng siap kembali untuk turun aksi ke jalan. Kami juga minta umat Islam untuk tetap tenang, jangan terprovokasi, mari kita jaga silaturrahim dan terus menjaga soliditas ummat,” kata Arafat.

Sementara itu, Polres Bogor, Jawa Barat hingga Senin siang belum menetapkan SM (52) wanita yang membawa anjing ke dalam Masjid Al Munawaroh.

“Belum kita tentukan apa motifnya, masih kita pastikan dulu benar tidaknya alami gangguan jiwa. Oleh karena itu kita bawa ke Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky kepada awak media saat konferensi pers, Senin.

Menurutnya, suami SM menyebutkan bahwa SM mengalami gangguan kejiwaan dengan cara menunjukkan surat rekam medis dari dua rumah sakit.

“Tapi kita akan memastikan hal tersebut dengan membawa SM ke RS Kramat Jati untuk dilakukan observasi dan pemeriksaan. Termasuk dokter yang telah memeriksa SM juga akan dimintai keterangan,” tuturnya.

Hingga kini, Polres Bogor sudah memeriksa empat saksi atas perkara yang sempat menggegerkan jagat media sosial (medsos) itu. Tapi, Dicky belum memastikan kapan perkara itu akan selesai digarap.

“Kita maunya diselesaikan secepatnya, idealnya waktu itu relatif. Waktu itu relatif karena saksi dan ahli serta keterangan juga bisa bertambah, jadi waktu relatif,” kata Dicky.

Kini SM terancam dijerat pasal 156 KUHP tentang penistaan agama dengan hukuman penjara lima tahun. Dicky mengatakan akan melakukan gelar perkara setelah mengetahui kondisi kejiwaan SM. (mil/*)

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas