Home Palu

Arus-Erwin Lamporo Berpotensi Pasangan

481
Arus Abd Karim - Erwin Lamporo. (Foto: Ist)

  • Jelang Pilkada Kota Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Sejumlah nama terus bermunculan jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Palu tahun 2020. Ketua DPD 1 Golkar Sulawesi Tengah, Arus Abd Karim, disebut-sebut bakal bertarung untuk memperebutkan kursi 01 Kota Palu.

Dari berbagai informasi yang dirangkum Metrosulawesi, Arus Abd Karim memiliki beberapa daftar nama calon Wakil Walikota pendampinya, salah satu yang masuk yakni Ketua Umum Front Pemuda Kaili (FPK) Sulawesi Tengah, Erwin Lamporo.

Kedua tokoh ini dianggap pasangan ideal bila nanti bertarung sebagai Wali Kota dan Wakil Walikota Palu. Jika keduanya berpasangan, maka ini perpaduan politisi senior dan pengusaha sukses, dengan tokoh muda Kota Palu yang sangat melekat dikalangan “akar rumput”.

Erwin Lamporo saat dimintai tanggapannya belum berbicara terbuka. Namun dia mengakui ada komunikasi politik dengan beberapa tokoh, khususnya mengenai masa depan Kota Palu. Kalaupun sejumlah spekulasi bermunculan, menurutnya itu hak setiap orang.

“Setiap orang punya hak untuk berbicara apalagi menaruh harapan. Kita lihat saja kedepan, lagi pula Pilkada masih cukup lama, tahapan saja belum masuk,” tutur Erwin.

Anggota DPRD Sulteng tidak menampik banyaknya dorongan kepadanya untuk bertarung di Pilkada Kota Palu 2020. Namun dia menyerahkan seluruhnya kepada masyarakat, bila masyarakat menghendaki dia memimpin Kota Palu, maka tahun 2020 dia siap bertarung.

“Kita butuh pemerintahan yang kuat dan tegas. Kita tentunya prihatin dengan kondisi Kota Palu saat ini, apalagi pasca bencana alam nasib masyarakat hingga sekarang tidak jelas. Sembilan bulan berlalu, saudara kita yang menjadi korban belum merasakan kehidupan yang layak, bahkan masih banyak yang hidup di tenda-tenda pengungsian,” ujarnya.

Erwin berpendapat, tahun 2020 Kota Palu harus Bangun (Bangkit dan Unggul). Untuk Bangun Kota Palu, pemerintah harus hadir ditengah masyarakat, memberikan kepastian kepada masyarakat akan jaminan masa depan mereka.

Kota Palu harus bangkit supaya bisa unggul. Tugas pemerintah kedepan bagaimana memperlakukan masyarakatnya sebagaimana mestinya. Pemerintah harus hadir memberikan lapangan pekerjaan, mengingat sebagian besar masyarakat kehilangan pekerjaan.

“Kita miris melihat sudah sembilan bulan masyarakat hidup ditenda-tenda. Jangan Hunian Tetap (Huntap), Hunian Sementara (Huntara) saja masih banyak masyarakat yang tidak mendapatkan. Bagaiman mungkin masyarakat bisa bangkit kalau kondisinya seperti itu. Maka dari itu, kedepan Kota Palu harus benar-benar dipimpin oleh pemimpin yang peduli dengan masyarakatnya, memberikan jaminan akan kehidupan mereka dan lapangan pekerjaan. Semuanya itu bisa diwujdukan bila pemerintahnya kuat dan berpadu dengan masyarakat,” ungkapnya.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas