Home Palu Unisa Palu Integrasikan Tiga Mata Kuliah ke Kurikulum

Unisa Palu Integrasikan Tiga Mata Kuliah ke Kurikulum

179
Dr Ahsan Marjudo. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu pada Tahun Akademik 2019/2020 akan mengintegrasikan tiga mata kuliah baru ke dalam kurikulumnya. Mata kuliah yang diintegrasikan itu adalah kebencanaan, terorisme dan anti korupsi.

Wakil Rektor I Unisa Palu, Dr Ahsan Marjudo mengungkapkan, tahun ini Unisa hanya bisa mengintergrasikan ke dalam mata kuliah yang ada, belum bisa berdiri sendiri sebagai mata kuliah tersendiri.

“Seperti mata kuliah terorisme, bisa diintegrasikan ke dalam mata kuliah agama atau mata kuliah hukum. Sebab di mata kuliah agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi dan anti kekerasaan. Begitu juga dengan mata kuliah hukum, mengajarkan ketaatan pada undang-undang yang ada di Indonesia. Semuanya itu ada di mata kuliah terorisme sehingga sangat relevan untuk diintegrasikan,” jelas Ahsan belum lama ini.

Ahsan mengatakan, untuk mata kuliah baru yang akan dimasukan belum bisa diintegrasikan tahun ini secara sendiri, sebab belum ada dosen yang bisa mengajarkan mata kuliah tersebut, sehingga satu-satunya solusi adalah dengan mengintegrasikan ke dalam mata kuliah yang dinilai relevan.

“Sebenarnya bisa saja berdiri sendiri, asalkan ada dosen yang bisa mengajarkan mata kuliah itu, cuma masalahnya saat ini belum ada dosen yang bisa, makanya kita integrasikan saja,” kata Ahsan.

Sebelumnya, kata Ahsan, Menristekdikti meminta para rektor untuk memperbaiki kurikulum agar paham radikal tidak mudah masuk ke lingkungan universitas. Selain itu, dia juga akan meminta rektor mendata mahasiswa, staf, serta dosen di kampusnya yang terpapar paham radikalisme.

“Begitu juga dengan materi edukasi dan mitigasi bencana alam dalam kegiatan perkuliahan. Instruksi ini menyusul arahan Presiden Joko Widodo agar edukasi dan mitigasi bencana di masyarakat ditingkatkan. Mengingat, secara geografis Indonesia berada di daerah yang rentan terkena bencana alam,” ujarnya.

Selain itu, kata Ahsan, Menristekdikti ingin perguruan tinggi harus menjadi bagian dari upaya pencegahan korupsi di Indonesia. Karena itu dia berharap mata kuliah antikorupsi dapat diimplementasikan.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here