Home Sulteng

Petani Cengkeh Tolitoli Minta Perlindungan Pemerintah

625

  • Harga Jual Anjlok Saat Panen

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Petani cengkeh di Kabupaten Tolitoli meminta pemerintah memberikan perlindungan. Saat ini, harga jual cengkeh di Tolitoli  cenderung mengalami penurunan di pasaran lokal sehingga berdampak terhadap kerugian bagi petani cengkeh.

Yusuf (41) pemilik kebun cengkeh asal Desa Abaling Kecamatan Ogodeide belum lama ini menuturkan sangat merasakan dampak dari penurunan harga jual cengkeh di pasaran  

“Beberapa  tahun lalu saat panen raya harga jual  cengkeh pernah menghampiri di angka 200 ribu perkilonya, seiring perjalanan waktu harga jualnya terus menurun drastis,”jelasnya.

Dikatakan rata-rata petani yang ada di Tolitoli hampir seluruhnya memiliki lahan perkebunan  cengkeh. Bahkan di kalangan PNS juga sebagian memiliki perkebunan cengkeh dengan luasan perkebunan yang variatif. Oleh sebab itu, jika musim panen raya daerah ini sering disebut sebagai salah satu produsen komoditas cengkeh terbesar dari Sulawesi Tengah. Selain itu jika dinilai dari sisi ekonomis bisa mendongkrak sumber pendapatan asli daerah yang bertujuan memajukan pertumbuhan ekonomi khususnya Kabupaten Tolitoli.  

Di jelaskan hingga kini harga jual cengkeh di pasaran lokal belum stabil dengan kata lain bervariasi yaitu di kisaran Rp.60 ribuan per kilonya  dan ini dinilai tidak menguntungkan kepada para petani lokal.

Menurutnya jika terjadi penurunan harga jual cengkeh secara drastis di pasaran itu harusnya diikuti dengan turunnya harga jual beli peralatan penunjang untuk memanen hasil komoditas tersebut seperti harga tangga dan tali sebagai alat untuk memanjat yang dari tahun ke tahun saat musim panen tidak mengalami penurunan harga jual oleh pedagang..

 “Kalau harga jual buah cengkeh turun, harusnya  harga jual tangga dan tali  juga ikut turun,sehingga tidak membebani petani,”jelasnya.

Dikatakan harga jual tangga dari tahun ke tahun tetap Rp.500 ribu perbatangnya hanya untuk dipakai  sekali panen.  Selaku petani dirinya sekaligus juga mewakil petani cengkeh lainnya berharap kepada Pemda dan anggota DPRD agar  bisa memperjuangkan  harga jual cengkeh angka  normal dan wajar yaitu di kisaran Rp 100 ribu perkilonya. Diketahui, saat ini sebagian petani cengkeh di Kabupaten Tolitoli sudah terlihat melakukan aktivitas penjemuran buah cengkeh dan bersiap menghadapai panen raya.

Reporter: Acco Amir
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas