Home Palu

Mahasiswa KKN IAIN Palu Diharap Sebar Islam Moderat

217
Prof Dr H Sagaf S Pettalongi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi  mengungkapkan, belum lama ini sebanyak 360 mahasiswa IAIN angkatan VI gelombang ke-II resmi dilepas.

Sagaf S Pettalongi mengatakan peserta KKN wajib menyebarkan Islam rahmatan lilalamin, Islam moderat, Islam yang santun, yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan perbedaan, selama mengikuti proses KKN di wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Donggala, mulai 25 Juni hingga 25 Juli 2019.

“Mahasiswa peserta KKN harus memperlihatkan akhlak yang baik di masyarakat, memberikan pemahaman keagamaan tentang Islam rahmatan lilalaamin kepada masyarakat bila diperlukan,” kata Sagaf S Pettalongi di Palu, belum lama ini.

Sagaf mengatakan, mahasiswa yang turun ke lokasi KKN di wilayah terpencil di Donggala merupakan bagian dari upaya IAIN Palu dalam pembinaan umat, khususnya masyarakat terpencil.

Kata dia, salah satu fokus IAIN Palu lewat program KKN yaitu memberikan pendidikan tentang Islam rahmatan lilalaamin kepada masyarakat di wilayah terpencil yang minim informasi.

“Bentuk pengabdian terhadap masyarakat dapat dilakukan dengan pembinaan Majelis Ta’lim, pembinaan Remaja Islam Masjid, khutbah Jumat, dan lainnya lewat program-program non-fisik peserta KKN,” ungkapnya.

Ketua Panitia KKN Angkatan VI Gelombang II IAIN Palu, Ismail Pangeran mengatakan, Pemkab Donggala mendukung penuh langkah IAIN Palu melakukan pembinaan masyarakat terpencil melalui mahasiswa KKN. Dukungan itu dibuktikan dengan adanya rekomendasi Pemkab Donggala, sekaligus izin untuk melaksanakan kegiatan pembinaan selama sebulan di lokasi terpencil.

“Rekomendasi dari Pemkab Donggala terkait izin masuk kawasan atau menempati wilayah-wilayah di Donggala untuk pelaksanaan KKN telah dikeluarkan oleh Pemkab Donggala lewat Sekreataris Daerah Kabupaten Donggala,” ujarnya.

Kata dia, IAIN Palu melalui panitia KKN menurunkan mahasiswa di 52 desa. Sekitar 50 desa dari jumlah total desa yang menjadi sasaran lokasi KKN merupakan wilayah terpencil di Kabupaten Donggala. Dua wilayah lainnya berada di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

“Di Kabupaten Donggala, peserta KKN akan diturunkan mulai dari Kecamatan Sirenja (wilayah terdampak gempa dan tsunami 28 September 2018) hingga wilayah perbatasan Kabupaten Donggala dengan Tolitoli meliputi Desa Ogoamas I dan II, Kecamatan Sojol,” katanya.

Kata Ismail, panitia telah melakukan survei lokasi setelah mendapat izin dari Pemkab Donggala. Panitia juga telah membangun koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa yang wilayahnya menjadi sasaran penempatan mahasiswa KKN.

“Camat dan kepala desa yang wilayahnya menjadi sasaran KKN telah mengetahui bahwa wilayahnya akan ditempati mahasiswa KKN dari IAIN Palu. Mereka menyatakan siap menerima peserta KKN,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas