Home Sulteng Kampung KB Dinilai Belum Perlihatkan Hasil

Kampung KB Dinilai Belum Perlihatkan Hasil

243
Mohamad Hidayat. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Mohamad Hidayat Lamakarate mengkritik program Kampung Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Dia menilai Kampung KB belum memperlihatkan hasil yang baik.

“Kampung KB yang dibentuk dan telah dicanangkan belum ada kegiatan yang nyata dari sektor terkait. Kampung KB pada dasarnya merupakan upaya-upaya program pengelolaan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di kampung KB tersebut,” ucapnya saat menjadi inpektur upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Garganas) ke XXVI di halaman kantor perwakilan BKKBN Provinsi Sulteng, Jumat, 28 Juni.

Hidayat berharap, kedepan slogan kampung KB dibuat seperti slogan yang diusung Harganas tahun ini ‘Kampung KB, Kampung kita semua’.  Menurutnya, dengan slogan tersebut harapan bahwa kampung KB bukan hanya milik BKKBN.

“Jadi pola pikir kita tidak hanya berhenti di output, tetapi sudah lebioh kedampak. Karena Kampung KB digarap secara berkelanjutan. Sekali lagi niat kita adalah meningkatkan kualitas SDM, minimal ada 4 indikator,” terangnya.

Empat indikator tersebut yakni, program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), program kesehatan, program pendidikan dan program peningkatan daya beli masyarakat atau ekonomi. Karena baginya banyak yang berkait dalam hal tersebut, tergantung cara berkomunikasi dengan mitra, baik secara tertulis juga lisan.

“Dari istilah kampung KB saja semua mitra kerja sudah tahu bahwa itu programnya BKKBN,” jelasnya.

Plt Perwakilan BKKBN Sulteng Tenny C Soriton ditemui terpisah membenarkan bahwa sejauh ini kampung KB belum menunjukan hal yang nyata. Tetapi menurutnya, atas hal tersebuat tidak boleh serta merta menyalahkan pihak BKKBN.

“Kami hanya membentuk wadah,  setelah dicanangkan maka pemangku kepentingan di kabupaten/kota yang melaksanakannya,” katanya.

Tenny menyebutkan, ada beberapa fakor yang menjadi alasan sehingga program tersebut tidak berjalan efektif. Diantaranya, pemerintah daerah tidak melakukan sosialisasi berkelanjutan.

“Lintas sektor harus sudah berperan semua di dalam, harus peduli, Pemkab harus melakukan komando kepada OPD yang ada, agar berperan didalam kampung KB,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here