Home Pendidikan

Kadis Tegaskan Tak Intervensi Pemilihan Guru Berprestasi

309
Kadis Dikbud Sulteng H Irwan Lahace menyampaikan sambutan pada pembukaan pemilihan guru, kepala sekolah, pengawas, dan GTK berprestasi tingkat Provinsi Sulteng, Kamis malam 27 Juni 2019. (Foto: Syahril Hantono/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulteng mulai melakukan pemilihan guru bereprestasi tingkat Provinsi Sulteng. Kepala Dinas Dikbud Sulteng H Irwan Lahace menegaskan tidak mengintervensi proses pemilihannya.

Dia menyerahkan sepenuhnya kepada tim juri untuk menyeleksi mereka yang pantas mewakili Provinsi Sulteng ke iven pemilihan guru berprestasi tingkat nasional. Hal itu disampaikan Irwan Lahace saat memberikan sambutan pembukaan pemilihan guru berprestasi, kepala sekolah, pengawas, dan GTK berprestasi tingkat Provinsi Sulteng, Kamis malam 27 Juni 2019.

Pemilihan ini untuk semua tingkatan satuan pendidikan, TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Pemilihan ini diikuti lebih dari 50 orang peserta semu tingkatan satuan pendidikan.

Irwan mengatakan, seleksi guru berprestasi yang digelar setiap tahun oleh Bidang Guru Tenaga Kependidikan Fasilitasi Tugas Pembatuan (GTK FTP) itu, tak ubahhnya seperti lomba. Dalam setiap iven lomba, Irwan mengaku selalu menyatakan tidak akan mencampuri proses penilaian dalam lomba maupun seleksi.

Dia meminta para juri yang terdiri dari kalangan akademisi, pejabat LPMP Sulteng, pengawas, serta widyaswara itu untuk bekerja secara profesional dan objektif.

‘’Saya tidak akan intervensi, saya minta juri bekerja secara profesional dan objektif,’’  Irwan Lahace.

Pemilihan guru, kepala sekolah, pengawas, dan GTK berprestasi sudah 17 tahun digelar. Menurut Kadis, Provinsi Sulteng yang selalu ikut dalam iven nasional itu telah mengukir prestasi yang cukup membanggakan. Tahun ini, Kadis berharap duta Sulteng nantinya bisa mengukir prestasi yang lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Ketua panitia Aminah Papeo mengatakan pemilihan kepala sekolah, pengawas, dan GTK berprestasi bertujuan antara lain untuk menumbuhkembangkan budaya kompetisi di kalangan guru dan tenaga kependidikan. Menumbuhkan motivasi dan profesionalisme dalam melaksanakan tugasnya, serta meneguhkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Ayo tulis komentar cerdas