Home Sulteng

342 Kampung KB Terbentuk di Sulteng

195
Suryani. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng melalui Kasubdit Hubungan Antar Lembaga dan Bina Lini Lapangan Suryani mengungkapkan Kampung KB di daerahnya telah terbentuk mencapai 342 titik.

“Pembentukan Kampung KB itu dalam kurun tahun 2016 hingga 2018 di kabupaten/kota se Sulawesi Tengah,” ungkapnya di Palu, Jumat, 28 Juni 2019.

Dari jumlah Kampung KB yang telah terbentuk tersebut diakui belum semuanya berjalan maksimal sebagaimana tujuan pembentukannya. Ada beberapa hal yang menyebabkan keberadaan Kampung KB belum maksimal diantaranya terkait peran Pemda.

Suryani menjelaskan dalam perjalanan Kampung KB, Pemda melalui instansi terkait yang harus berperan menyukseskan program ditetapkan. Dicontohkan terkait infrastruktur seperti jalan yang harus diperbaiki maka Dinas Pekerjaan Umum harus masuk.

“Misalnya lagi kalau dicakupan Kampung KB banyak masyarakat yang belum memiliki KTP maka Dinas Dukcapil harus masuk,” ucap Suryani.

Keberadaan Kampung KB sangat diperlukan sebab keberhasilan program keluarga berencana akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup. Kampung KB juga bagian perwujudan program keluarga berencana yang membutuhkan sinergitas dengan pembangunan bidang pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Ruang lingkup pelaksanaan Kampung KB antara lain kependudukan, keluarga berencana, ketahanan keluarga dan pemberdayaan keluarga, serta kegiatan lintas sektor mencakup bidang pemukiman, sosial ekonomi, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Kampung KB bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan, terbinanya peserta KB aktif, mengaplikasikan 8 fungsi keluarga, dan koordinasi lintas sektor. Hadirnya Kampung KB sebagai wujud nyata komitmen BKKBN meningkatkan pembangunan dari pinggiran sebagaimana disebutkan dalam Nawa Cita ketiga Presiden Jokowi.

Dengan hadirnya Kampung KB menjadi tonggak baru kesuksesan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga di daerah. Selain itu, Kampung KB menjadi miniatur pelaksanaan program keluarga berencana dan pembangunan keluarga sejahtera. Diharapkan dengan terbentuknya Kampung KB dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk mewujudkan semua itu dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, salah satu diantaranya adalah organisasi perangkat daerah bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan KB kabupaten/kota,” kata Suryani.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas