Home Sulteng

Pembangunan Huntap Masih Berlanjut

181
Bartholomeus Tandigala. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

  • Menkopolhukam Dijadwalkan Peletakan Batu Pertama

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Bartholomeus Tandigala mengungkapkan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) masih berlanjut.

“Pembangunan Huntap tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan, butuh waktu lama,” ungkap Bartholomeus kepada Metrosulawesi, Kamis, 27 Juni 2019.

Dia mengatakan dibeberapa titik pembangunan Huntap segera selesai seperti di Kelurahan Tondo. Huntap di Kelurahan Tondo dibangun oleh Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebanyak 1.500 unit.

Selain itu dalam waktu dekat kata Bartholomeus, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama Huntap untuk lokasi Pombeve dan Duyu pada 1 Juli mendatang.

“Kalau jumlah keseluruhan Huntap masih terus berubah karena ada lagi yang datang untuk membantu pembagunannya,” ucap dia.

Untuk lokasi pembangunan Huntap dikatakan Bartholomeus sudah aman sesuai zona aman yang ditetapkan pemerintah pusat. Diharapkan masyarakat tidak melakukan penolakan terhadap lokasi Huntap.

“Kalau masyarakat menolak tentu akan memperlambat pembangunan Huntap itu sendiri,” tandas Bartholomeus.

Sebelumnya, Bartholomeus mengungkapkan sampai saat ini sebagian masyarakat korban bencana (penyintas) masih enggan pindah ke Hunian Sementara (Huntara) yang disiapkan pemerintah dan swasta.

“Ada juga sebagian yang memilih tetap di tenda-tenda karena menunggu Hunian Tetap (Huntap),” ungkap Bartholomeus, Rabu, 26 Juni 2019.

Dia mengatakan penyintas yang masih berada di tenda pengungsian hampir di semua kabupaten/kota terdampak bencana 28 September 2018. Namun untuk angka pasti Bartholomeus mengaku belum diketahui.

Itu karena masyarakat yang saat ini masih di tenda pengungian tidak menetap dalam waktu tertentu. Dia mencontohkan saat salah satu tenda dihuni pada pagi hari, namun malamnya sudah kosong.

“Mungkin kabupaten/kota ada datanya, mereka yang tahu persis, kalau kami hanya menerima masukan. Tapi kami perkirakan jumlahnya hanya ratusan kepala keluarga,” ucap Bartholomeus.

Bartholomeus mengungkapkan ada pula beberapa penyintas yang masih di tenda pengungsian disebabkan Huntara yang akan ditempati belum lengkap. Diakuinya sejumlah Huntara yang sudah selesai dibangun memang belum didukung sarana air bersih, listrik dan lainnya. Karena hal tersebutlah masyarakat belum masuk ke Huntara. Namun diupayakan dalam waktu tidak lama lagi Huntara akan dilengkapi sarana dan fasilitas pendukung.

“Huntara paling banyak belum lengkap yaitu yang dibangun NGO, karena memang mereka hanya membantu membangun,” ungkapnya.

Adapun Huntara yang dibangun Pemerintah Pusat melalui Satgas PUPR sebanyak 699 unit. Huntara tersebut tersebar disejumlah wilayah di Palu, Sigi dan Donggala yang terdampak bencana.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas