Home Palu

Sebagian Penyintas Masih Enggan ke Huntara

225
Warga korban gempa melintas di sekitar tenda pengungsian di halaman Masjid Agung, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10). Berdasarkan data sementara posko induk penanggulangan bencana Makorem 132 Tadulako jumlah pengungsi mencapai 62.359 jiwa. (Antara Foto/ Abriawan Abhe)

  • Pilih Tetap di Tenda, Tunggu Huntap

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Bartholomeus Tandigala mengungkapkan sampai saat ini sebagian masyarakat korban bencana (penyintas) masih enggan pindah ke Hunian Sementara (Huntara) yang disiapkan pemerintah dan swasta.

“Ada juga sebagian yang memilih tetap di tenda-tenda karena menunggu Hunian Tetap (Huntap),” ungkap Bartholomeus, Rabu, 26 Juni 2019.

Dia mengatakan penyintas yang masih berada di tenda pengungsian hampir di semua kabupaten/kota terdampak bencana 28 September 2018. Namun untuk angka pasti Bartholomeus mengaku belum diketahui.

Itu karena masyarakat yang saat ini masih di tenda pengungian tidak menetap dalam waktu tertentu. Dia mencontohkan saat salah satu tenda dihuni pada pagi hari, namun malamnya sudah kosong.

“Mungkin kabupaten/kota ada datanya, mereka yang tahu persis, kalau kami hanya menerima masukan. Tapi kami perkirakan jumlahnya hanya ratusan kepala keluarga,” ucap Bartholomeus.

Bartholomeus mengungkapkan ada pula beberapa penyintas yang masih di tenda pengungsian disebabkan Huntara yang akan ditempati belum lengkap. Diakuinya sejumlah Huntara yang sudah selesai dibangun memang belum didukung sarana air bersih, listrik dan lainnya. Karena hal tersebutlah masyarakat belum masuk ke Huntara. Namun diupayakan dalam waktu tidak lama lagi Huntara akan dilengkapi sarana dan fasilitas pendukung.

“Huntara paling banyak belum lengkap yaitu yang dibangun NGO, karena memang mereka hanya membantu membangun,” ungkapnya.

Adapun Huntara yang dibangun Pemerintah Pusat melalui Satgas PUPR sebanyak 699 unit. Huntara tersebut tersebar disejumlah wilayah di Palu, Sigi dan Donggala yang terdampak bencana.

Mantan Penjabat Bupati Morowali itu menambahkan penyintas yang masih berada di tenda pengungsian tetap mendapat bantuan pemerintah melalui Dinas Sosial. Diharapkan kabupaten/kota tetap memantau keberadaan masyarakatnya.

“Memang butuh waktu lama untuk bisa normal kembali, termasuk keberadaan masyarakat yang masih memilih di tenda-tenda pengungsian,” tandas Bartholomeus.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas