Home Donggala

Pansus III Sebut Empat Dinas Paling Bermasalah

223
Ikbal Kono. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

  • Tolak Intervensi, Siap Dorong ke Penegak Hukum

Donggala, Metrosulawesi.id – Selama delapan hari ke depan, Pansus III DPRD Donggala mulai bekerja menindaklanjuti LHP BPK tahun 2018.

Ketua Pansus III Ikbal Kono ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/6/19) menjelaskan anggota pansus akan bekerja sesuai dengan aturan dan tak akan mudah dintervensi oleh pihak lain terutama oknum pengusaha yang terlibat di sejumlah pekerjaan yang menjadi temuan BPK.

“Pansus akan bekerja mulai hari ini hingga delapan hari ke depan, langkah awal kami akan mengundang inspektorat terkait LHP BPK 2018,” katanya.

“Dalam dokumen BPK ada empat dinas yang memang setiap tahunya bermasalah, kami mengistilahkan ada 4 negara (4 dinas)  ‘penyumbang gelar WDP’. Pertama PU, Pariwisata, Dikjar, dan Dinas Kesehatan yang angka temuannya mencapai miliaran. Jika ditelusuri sebabnya tetap sama dengan tahun sebelumnya pimpinan OPD serta Pokja bekerja tidak sesuai aturan,” sebutnya.

Lanjut Ikbal Kono, berdasarkan dokumen BPK kemudian dikaitkan hukum pendekatan logika jika temuan sudah bermain angka harus diteruskan ke proses hukum agar pihak yang berkaitan langsung dengan temuan BPK bisa bertanggung jawab penuh terhadap kerugian negara.

“Pokja dan ULP sumber masalah, perusahaan yang sudah bermasalah masih dimenangkan lagi dan kembali bekerja. Kami mengendus ada kontrak kepentingan antara OPD, Pokja dan ULP. Jika selama delapan hari pansus bekerja dan menemukan ada sesuatu yang penting untuk didorong ke penegak hukum pasti akan kami lakukan dan tidak pandang bulu,” tegasnya.

Diketahui berdasarkan dokumen LHP BPK tahun 2018 misalnya Dinas Pendidikan ditemukan ada konspirasi pihak ketiga dengan Pokja, prinsip tender atau pelelangan dilakukan tidak berkesesuaian dengan prinsip pengadaan efisiensi, bersaing dan terbuka. Artinya diarahkan ke pemenang tertentu atau pada saat lelang pokja ULP melakukan pembatasan penyedia jasa yang mengikuti tender (diskriminatif).

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas