Home Hukum & Kriminal

Ayah-Anak di Parigi Tewas Digorok

326
KORBAN PEMBUNUHAN - Dua kantong jenazah berisi jenazah Tamar Jaya (40) dan anaknya Luwan Fatmar (25) warga Dusun Tokasa III Desa Tanahlanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa 25 Juni 2019. Keduanya ditemukan tewas mengenaskan di kebun mereka. (Foto: Ist)

  • Diduga Kuat Pelakunya Kelompok Ali Kalora
  • Kapolres: Kami Masih Melakukan Penyelidikan

Parigi, Metrosulawesi.id – Dua warga desa Tanalanto ditemukan tak bernyawa di kebunnya di Dusun Tokasa III Desa Tanahlanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa 25 Juni 2019. Kedua korban itu adalah ayah dan anak yakni: Tamar Jaya (40) sedangkan yang anaknya bernama Luwan Fatmar (25).

Kedua korban ayah dan anak itu, diketahui berangkat ke kebun miliknya pada Senin, 24 Juni 2019 sekitar pukul 09.00 Wita untuk membuat gula aren. Namun hingga pukul pukul 20.00 wita, kedua korban belum kembali dari kebun.

Malam itu, keluarga sempat menghubungi handphone milik korban, namun tidak tersambung. Sekitar pukul 22.00 Wita, warga Dusun Tokasa bersama dengan Kepala Dusun Tokasa, berencana akan melakukan pencarian terhadap kedua korban, namun urung dilakukan karena cuaca tidak mendukung. Aparat keamanan yang berada di dusun itu, tidak mengizinkan. Pencarian terhadap kedua korban baru bisa dilakukan pada esok harinya.

Setelah melakukan kordinasi dengan aparat keamanan, warga bersama dengan Kepala Dusun Tokasa yang didampingi oleh personel kepolisian dari Polres Parimo, pencarian terhadap dua korban dilakukan pada Selasa 25 Juni 2019, dan kedua korban ditemukan sudah meninggal dunia tidak jauh dari Pondok kbun milik korban.

Jenazah keduanya ditemukan pada Selasa 25 Juni 2019 sekitar pukul 07.00 Wita. Dari data yang didapatkan bahwa kedua korban ditemukan sekitar 10 meter dari jarak pondok korban di pegunungan Tokasa, Parigi Moutong.

Korban pertama kali ditemukan oleh warga di Desa Tanah Lanto bersama Unit Reskrim Polres Parigi Moutong dan aparat yang tergabung Operasi Tinombala saat menerima laporan adanya orang hilang saat pergi ke kebun pada Senin 24 Juni.

Kapolres Parigi Moutong AKBP Zulham Lubis membenarkan penemuan jenazah korban yang kini sudah berada di RS Anantaloko bersama keluarga dan dijaga oleh aparat kepolisian.

“Mohon sabar, pihak Kepolisian Resor Parigi Moutong saat ini masih melakukan penyelidikan dan mengambil langkah. Yang mana saat ini Kapolda Sulawesi Tengah sudah menuju ke lokasi kejadian dari arah Kota Palu,” kata Zulham.

Kapolres mengatakan, pihak kepolisian belum bisa memastikan siapa pelakunya karena masih tahap penyelidikan.

Berdasarkan catatan koran ini, pembunuhan sadis sudah beberapa kali terjadi di Kabupaten Parigi Moutong. Pada kasus-kasus sebelumnya, teridentifikasi pelakunya adalah kelompok teroris Ali Kalora.

Kasus teranyar kali ini, diduga kuat pelakunya juga adalah Ali Kora Cs.

“Kalau dilihat dari luka-luka di tubuh korban, kuat dugaan adalah perbuatan kelompok Ali Kalora,” kata warga Parigi yang minta namanya tidak disebutkan.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto S.IK, saat dikonfirmasi apakah kedua korban itu, merupakan korban dari kelompok teroris pimpinan Ali Kalora, melalaui pesan singkat WhatsApp, dirinya belum bisa memberikan keterangan terkait hal tersebut, hanya saja juru bicara Polda Sulteng itu menegaskan bahwa saat ini, pihak Kepolisian masih melakukan proses penyelidikan.

“Masih dalam proses penyelidikan, oleh pihak kepolisian, bila ada kabar terabru akan kami sampaikan,” tegasnya.

Reporter: Djunaedi, Masruhim Parukkai
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas