Home Sulteng

Indikatif Hutan Adat Sulteng 8 Wilayah

246
RAKOR - Dinas Kehutanan Sulteng melalui Sekretaris Dinas Amrin membuka Rakor Hutan Adat Tingkat Provinsi Sulteng di Palu, Senin, 24 Juni 2019. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Kehutanan Sulteng melalui Sekretaris Dinas Amrin mengungkapkan indikatif (usulan) hutan adat baru di Sulawesi Tengah berjumlah delapan wilayah.

“Baru-baru ini pada bulan Mei, telah dilaunching Peta Hutan Adat dan Wilayah Indikatif Hutan Adat Fase I di Kementerian LHK Jakarta. Wilayah indikatif hutan adat Sulteng ada delapan titik,” ujar Amrin saat membuka Rakor Hutan Adat Tingkat Provinsi Sulteng di Palu, Senin, 24 Juni 2019.

Dia menguraikan delapan indikatif hutan adat Sulteng yaitu wilayah adat Ngata Nto Lindu, wilayah adat Ngata Toro, wilayah adat Moa, wilayah adat Masewo, wilayah adat Kasiala, wilayah adat Uematangko, wilayah adat Vananga Bulang dan wilayah adat Mpoa.

Usulan hutan adat tersebut berada di wilayah Kabupaten Poso, Sigi, dan Kabupaten Ampana. Amrin mengatakan sesuai Surat Keputusan Menteri LHK Nomor SK.312/MENLHK/SETJEN/PSKL.1/4/2019, wilayah indikatif hutan adat bisa diproses menjadi huta adat setelah mendapat penetapan produk hukum daerah.

Produk hukum daerah terhadap pengakuan masyarakat hukum adat dengan ketentuan Perda pada lokasi hutan adat berada dalam hutan negara dan/atau Perda/ Keputusan Walikota/Bupati pada lokasi hutan adat yang berada di luar hutan negara.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan jaminan kepastian hukum dan keadilan bagi pemangku hutan adat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta pengelolaan hutan lestari.

“Itu bertujuan agar pemangku hutan adat mendapat pengakuan, perlindungan dan insentif dari pemerintah,” ucap Amrin.

Untuk wilayah Sulteng sendiri kata dia, hutan adat yang telah terdaftar yaitu hutan adat Wana Posangke di Kabupaten Morowali Utara dan hutan adat Marena di Kabupaten Sigi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas