Home Palu

Ombudsman Sulteng Pantau PPDB

240
Sofyan Farid Lembah. (Foto: Dok Metrosulawesi)

  • Sofyan: Pungutan Salah Satu Bentuk Korupsi

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Sofyan Farid Lembah mengungkapkan, akan menurunkan tim pengawas ke sejumlah sekolah di Kota Palu, untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) di Kota Palu tahun ajaran 2019/2020.

“Saya kira Kota Palu sudah jalan tiga tahun, semoga tetap istiqomah menjalankan ketentuan PPDB, tidak melanggar dari ketentuan yang sudah ditentukan,” kata Sofyan, belum lama ini.

Sofyan mengatakan tahun-tahun sebelumnya Kota Palu relatif baik dalam melaksanakan PPDB dengan sistem zonasi, jika dibandingkan di daerah-daerah lainnya di Indonesia, olehnya itu diharapkan PPDB di Kota Palu tetap dapat dipertahankan.

Selain itu Sofyan mengingatkan kepada sejumlah kepala sekolah, bahwa pungutan itu adalah salah satu bentuk Korupsi.

“Ombudsman RI Perwakilan Sulteng mengingatkan kepada seluruh Kepala Sekolah baik SMAN/MA, SMPN/ MTs dan SD Negeri untuk tidak lakukan pungutan dalam Penerimaan Siswa Didik Baru 2019 karena itu adalah bentuk sikap tindak Korupsi yang dilarang,” jelas Sofyan melalui ponselnya.

Tahun ini kata Sofyan, adalah tahun penindakan dan Tim Saber Pungli di seluruh Kabupaten/Kota bersama Ombudsman siap lakukan penindakan.

“Cepat atau lambat semua bentuk pungutan akan terkuak dan tidak bisa ditutupi lagi. Olehnya itu diharap agar dihentikan seluruh praktik pungutan dan segera mengembalikan kepada orangtua murid sebelum kami turun langsung lakukan investigasi,” ungkapnya.

Sofyan menegaskan apabila terbukti, jika ada pungutan yang dilakukan oleh seseorang oknum, maka sesuai peraturan akan dipecat sebagai ASN bila inkracht kasusnya. Sebab yang rugi bukan hanya diri sendiri tetapi keluarga dan nama baik institusi pendidikan akan tercemar.

“Kami mengimbau masyarakat jika menemukan kasus pungutan agar melaporkan segera ke Ombudsman Sulteng, silakan hubungi nomor pengaduan di 081317256995,” katanya.

Menurut Sofyan, penerapan sistem zonasi adalah mempermudah siswa untuk bersekolah di lokasi terdekat. Di tahun 2017 saat diterapkan sistem zonasi sejumlah siswa di Palu ingin masuk di SMPN 1 Palu, sebab mereka menganggap bahwa sekolah tersebut adalah sekolah favorit.

“Namun gejolak itu dapat dijelaskan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, dan alhamdulillah saat ini seluruh sekolah di Palu merupakan sekolah favorit. Selain itu sosialisasi memang perlu dalam hal penerapan sistem zonasi, tetapi yang paling penting istiqomah melaksanakan sistem zonasi,” jelasnya.

Tahun ini kata Sofyan, pembuktian adanya pemerataan pendidikan bisa terwujud, dimana ada perguliran guru ke sekolah sekolah agar tidak bertumpuk di sekolah tertentu saja.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas