Home Hukum & Kriminal

Kejari Pasangkayu Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Benih

550
Kejari Pasangkayu. (Foto: Ist)

Pasangkayu, Metrosulawesi.id – Dua tersangka kasus dugaan pidana korupsi pengadaan benih yang di dinas Perovinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tahun 2016, WG dan AW akhirnya ditahan usai menjalani penyelidikan di Kejari Pasangkayu.

“Benar kami sudah tahan hari Jumat lalu dan kami sudah titip di Rutan Rondongmanyang Pasangkayu,” kata Fauzifaksi, Minggu 23 Juni 2019.

Sebelumnya, tersangka WG diduga melakukan pelanggaran yang menyebabkan kerugian negara sebanyak Rp50 juta. Hal itu terungkap setelah tersangka secara kooperatif kepada penyidik Tipikor. 

Kuasa hukum WG, Nasrun, menilai penetapan kliennya sangat janggal karena dari awal diketahui masih ada aktor yang disebut- sebut sebagai dalang kasus ini. 

Dikatakan bahwa penyelidikan awal hingga penyelidikan akhir, mantan pejabat dari dinas terkait selalu hilang dari panggilan Jaksa.

“Ini sangat janggal, klien kami dipaksakan menjadi tersangka sementara masih ada pejabat yang sangat penting yang lebih tau tentang program ini bahkan dia kuasa pengguna anggaran, tiba-tiba diketahui dia lepas dari penyidikan jaksa, ada apa?” tanya Nasrun.

Untuk diketahui, kasus dugaan kasus korupsi yang menyeret nama tersangka WG dan AW adalah program pengadaan bantuan budidaya benih padi produktivitas (intensifikasi) dan benih padi perluasan (ekstensifikasi) program tanam jajar legowo di Kabupaten Mamuju Utara ( Matra ) pada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulbar tahun 2016 dengan nomor : SR-103/PW32/5/2019 tanggal 14 Mei 2019 yang menelan kerugian negara kurang lebih 551.237.500 atas hasil audit BPK-P.

Reporter: Egi Sugianto
Editor: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas