Home Sulteng Hidayat Minta Apoteker Disebar Merata

Hidayat Minta Apoteker Disebar Merata

81
KONFERENSI DAERAH - Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Moh Hidayat Lamakarate saat pembicara Konferensi Daerah IAI Sulteng di Palu, Sabtu, 22 Juni. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Moh Hidayat Lamakarate berharap Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulteng mendata sebaran tenaga apoteker di daerah ini. Tujuannya agar daerah yang masih kekurangan apoteker di Sulawesi Tengah bisa disebar secara merata.

“Saya juga meminta IAI gencar sialisasi ke masyarakat tentang manfaat obat generik yang sebenarnya sama saja dengan obat paten yang diklaim lebih manjur tapi lebih mahal. Ini sangat mengganggu psikologi masyarakat,” ujar Hidayat saat pembicara Konferensi Daerah IAI Sulteng di Palu, Sabtu, 22 Juni.

Menurut dia, saat ini masih ada masyarakat yang belum percaya dengan kemampuan obat generik. Hal tersebut ia temukan saat membagi pengalaman mengurus sektor kesehatan di Banggai Laut, tepatnya semasa Penjabat Bupati Balut beberapa tahun lalu. Kendala yang dihadapi lanjutnya seperti belum adanya dokter spesialis di sana.

“Rumah sakit besar tapi sepi, pasien yang datang hanya 5. Mengapa, karena mereka cukup berobat di puskesmas saja,” ucapnya.

Menyiasatinya Hidayat mendatangkan tenaga dokter spesialis dari luar pulau meski konsekuensinya pemkab harus membayar insentif tambahan plus menyediakan fasilitas rumah dan kendaraan dinas.

Langkah itu lanjutnya cukup berhasil meyakinkan masyarakat berobat ke rumah sakit tapi justru membuat masalah baru yaitu apotek tidak sanggup mengcover obat-obat generik atau yang ditanggung BPJS.

Ditambah lagi jumlah apoteker yang terbatas, yang belum merata di kabupaten berwilayah kepulauan itu. Olehnya Hidayat sangat mengapresiasi profesi apoteker yang juga sama pentingnya dengan dokter dan perawat.

“Karena selain belajar obat, apoteker juga belajar membaca huruf-huruf resep dokter dan uniknya hanya mereka yang bisa,” tandas Hidayat.

Sementara Ketua Umum IAI Pusat Nurul Falah berharap terwujudnya kesetaraan antara apoteker selaku tenaga farmasi dengan dokter selaku tenaga medis. Kesenjangan kedua profesi itu lanjutnya bisa diatasi kalau saja dibangun sistem interprofessional education atau sistem pendidikan kolaborasi yang dikenalkan sejak para calon dokter, apoteker, perawat dan rumpun medis lainnya masih mengenyam pendidikan di bangku kuliah masing-masing.

“Supaya nanti waktu mengabdi terjadi kolaborasi antara tenaga farmasi dan medis jadi tidak ada yang merasa superior dan bisa saling menghargai,” pungkasnya.

Selain menggelar konferensi, menurut Ketua IAI Sulteng Jamaludin, para peserta konferensi daerah juga dibekali lewat seminar dan kegiatan akan berlangsung 2 hari. (mic/*)

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here