Home Palu

Harus Optimis, Lupakan Peristiwa Bencana

214
Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Moh Hidayat Lamakarate bersama pengurus Yayasan Plan Indonesia saat kegiatan Festival Anak Pasigala, di Taman GOR Palu, Sabtu 22 Juni 2019. (Foto: Ist)

  • Pesan Sekdaprov di Festival Anak Pasigala

Palu, Metrosulawesi.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate mengingatkan seluruh anak di Sulteng khususnya wilayah terdampak bencana untuk segera melupakan peristiwa memilukan 28 September 2018 lalu yang menimpah wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan sebagian kecil Kabupaten Parigi Moutong.

“Kita merasakan sebuah peristiwa dimana anak-anakku sekalian dalam bagian dari peristiwa itu. Setelah itu, kita memang sedih melihat kerusakan di mana-mana. Namun kita harus lupakan karena kita harus menjalankan kembali kehidupan. Pun demikian dengan anak-anak Sulteng yang harus kembali meraih cita-citanya,” tutur Hidayat saat membuka Festival Anak Pasigala yang diinisiasi oleh Yayasan Plan Indonesia di Taman GOR Kota Palu, Sabtu 22 Juni 2019.

Hidayat mengatakan, melupakan peristiwa bencana dimaksudkan untuk mengembalikan optimisme mereka, untuk maraih cita-cita di masa akan datang. Dan dengan diikutkannya anak-anak dalam Festivai Anak Pasigala itu kata Hidayat, mereka tidak terus-terus berpikir tentang peristiwa saat bencana terjadi.

Tak lupa, dirinya mengapresiasi kegiatan Festival Anak Pasigala. Menurutnya, Yayasan Plan Indonesia telah membantu pemerintah dalam mengembalikan semangat anak-anak wilayah terdampak.

“Sehingga mereka tidak terus menerus memikirkan tentang peristiwa kemarin. Kita tahu betul, yayasan ini begitu konsen pada permasalahan anak dan perempuan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Executive Plan Indonesia, Dini Widiastuti mengatakan, Festival Anak Pasigala bertujuan untuk mengakomodir berbagai talenta dan keinginan anak daerah terdampak untuk berkreasi, sehingga mereka dapat meluapkan ekspresi hingga kreativitasnya.

“Dalam kegiatan ini, mereka dengan teman-teman pendamping bebas berkreasi apa saja, ada tarian, ada olahraga, dan kreativitas lainnya,” ujarnya.

Di area Festivai Anak Pasigala, anak-anak korban bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi itu, mereka melakukan berbagai kegiatan menarik. Di antaranya, kuis rangking 1, menari tarian adat khas Sulteng, menampilkan drama, kolase, pantomim, sesi fotografi, kolase gambar, sampai olahraga futsal.

Sebanyak 262 anak dilibatkan dari daerah terdampak bencana Pasigala, yang selama 9 bulan terakhir menjadi wilayah dampingan Yayasan Plan Indonesia.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas