Home Sulteng

52 Aduan Kekerasan Perempuan-Anak Pascabencana

189
Sukarti. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulteng menerima 52 aduan kekerasan terhadap perempuan dan anak pascabencana di daerah ini.

Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3A Sulteng Sukarti mengungkapkan aduan tersebut diterima tim-nya melalui tenda ramah perempuan dan anak yang berada sekitar di Huntara dan tenda-tenda pengungsian. Tim DP3A Sulteng tersebar di Huntara dan tenda-tenda pengungsian wilayah Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala).

“Hingga Jumat kemarin, kami menerima 52 aduan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Sukarti, Ahad 23 Juni 2019.

Dia menerangkan aduan yang diterima atas berbagai kasus seperti kekerasan, pelecehan dan perbuatan tidak menyenangkan. Kasus-kasus tersebut dialami perempuan dan anak yang berada di Huntara dan tenda-tenda pengungsian wilayah Pasigala.

Terhadap aduan-aduan tersebut, tim DP3A Sulteng membantu penyelesaiannya sesuai kasus yang diadukan. Untuk kasus yang tergolong ringan seperti perbuatan tidak menyenangkan, DP3A memediasi antara kedua belah pihak.

“Kasus ringan yang diadukan itu seorang perempuan tengah mandi tapi diintip dan direkam menggunakan handphone. Penyelesaiannya kami lakukan mediasi secara kekeluargaan,” terang Sukarti.

Tim DP3A Sulteng kata dia masih terus melakukan pendampingan melalui tenda ramah perempuan dan anak. Tenda ramah perempuan dan anak berada di wilayah Pasigala yang terdampak bencana 28 September lalu.

“Kalau untuk wilayah Parigi Moutong belum bisa ada tim kami, masih fokus di Pasigala,” ucapnya.

Sukarti menambahkan sampai saat ini masih terdapat ribuan perempuan dan anak yang masih berada di Huntara dan tenda pengungsian Pasigala. Olehnya, DP3A Sulteng mengharapkan semua pihak bisa berperan menjaga dan melindungi perempuan dan anak.

Harapan tersebut secara khusus disampaikan kepada pihak keluarga terdekat dan dinas terkait. Itu karena perlindungan terhadap perempuan dan anak harus diwujudkan melalui peran semua pihak.

“Tentu dimulai dari keluarga terdekat, jangan justru menjadi pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tandas Sukarti.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas