Home Palu

Satgas K5 Persempit Paham Terorisme Masuk Palu

273
Hidayat, MSi. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Walikota Palu Drs Hidayat M Si mengungkapkan, di Kota Palu telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, Keamanan, dan Kenyamanan (K5) yang di dalamnya ada Lurah, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta TNI-Polri.

Hidayat mengatakan, tujuan dibentuknya Satgas K5 ini untuk memperkecil pergerakan paham-paham radikal dan terorisme di Kota Palu. Kata dia, teroris sedikit goyah masuk Kota Palu, sebab Satgas K5 bersama Lembaga Adat turun terus memonitoring masyarakatnya.

“Satgas K5 ini bersama lembaga adat turun terus setiap saat memonitor masyarakatnya, baik itu di kos-kos maupun ditempat lain. Di kos-kosan ini banyak ditemukan senjata api rakitan, busur-busur dan lainnya oleh para anggota Satgas K5. Olehnya itu dengan adanya Satgas K5 ini, Alhamdulillah mempersempit gerakan terorisme untuk masuk di Palu,” kata Hidayat di Palu, belum lama ini.

Hidayat mengatakan bahwa pascabencana, Lembaga Adat bersama Satgas K5 terus bekerja. Kata dia, saat periode 2008-2014 masih ada perkelahian antar kampung yang cukup signifikan, namun dengan terbentuknya lembaga-lembaga kearifan lokal, hingga saat ini tidak ada lagi perkelahian antar kampung.

“Dengan terbentuknya lembaga kearifan lokal ini Alhamdulillah, ruang gerak mereka sedikit susah masuk di Palu ini,” ujarnya.

Menurut Hidayat, setelah bencana ada orang-orang yang mulai mengobok-obok lagi, sehingga bencana kemarin dikaitkan dengan adat. Tetapi pihaknya menegaskan berita yang dibuat di dalam media sosial melalui video-video tersebut tidak benar.

“Ritual adat semacam memotong kerbau, tombak babi, minum darah itu tidak betul. Tidak ada peristiwa itu dilakukan pada saat acara Palu Nomoni itu, ini semua dibuat-buat. Saya menarik kesimpulan bahwa peristiwa bencana untuk melemahkan kembali kohesi-kohesi sosial yang kita bangun melalui lembaga dan tokoh-tokoh informal,” jelasnya.

Hidayat bersyukur Lembaga Adat dan Satgas K5 mulai bekerja lagi di tengah-tengah masyarakat.

“Olehnya itu untuk mendukung program-program Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), maka Pemkot Palu untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, maka di 46 Kelurahan dibentuk Satgas K5,” katanya.

Hidayat menegaskan bahwa intinya Pemkot Palu ingin membangun kembali budaya bangsa, melalui nilai toleransi, kekeluargaan, gotong royong.

“Sehingga hal itu tidak hanya disampaikan, tetapi perlu ada yang menjaganya. Dan yang menjaganya itu adalah tokoh-tokoh infomal, bukan hanya pemerintah,” jelasnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas