Home Olahraga Rombongan Pebiliar Filipina Dijadwalkan Hadir, Ingin Lihat Lokasi Likuifaksi

Rombongan Pebiliar Filipina Dijadwalkan Hadir, Ingin Lihat Lokasi Likuifaksi

160
Kertua Panitia Breaking Point 10 Ball Open Turnament, Dhika Adhil Prasetyo. (Foto: Tahmil Baharuddin/ Metrosulawesi)
  • Breaking Point Gelar Kejuaraan Biliar Terbuka

Palu, Metrosulawesi.id – Salah satu rumah biliar di Kota Palu, Breaking Point akan menggelar kejuaraan terbuka. Dalam kejuaraan yang memperebutkan total bonus Rp70 juta tersebut tidak hanya diikuti atlet biliar dari berbagai provinsi se-Indonesia, tapi juga dihadiri atlet luar negeri.

Ikutsertaan altet biliar dari luar negeri,  diungkapkan Ketua Panitia kejuaraan Breaking Point 10 Ball Open Tournament, Dhika Adhil Prasetyo, kepada Metrosulawesi.id.

“Atlet Filipina akan datang. Atlet Filipina yang sudah bisa dipastikan itu atlet biliar bernama Jundel Mazon,” ungkap Dhika.

Selain Jundel Mazon, jelas  Dhika,   atlet Filipina yang direncanakan turut ambil bagian pada kejuaraan yang  berlangsung mulai 24-30 Juni 2019, atlet tetangga Indonesia ini juga dihadiri atlet lainnya asal Filipina.

‘’Yang sudah mengkonfirmasi ke panitia baru Junden, tapi tidak kenutup kemungkinan atlet-atlet lainnya asal Fiilipina,’’ jelas Dhika sembari menambahkan atlet Filipina yang menginformasikan akan berlaga di Kejuaraan Breaking Point 10 Ball Op[ewn Turnamen sebanyak tujuh atlet.

Keikutsertaan altet luar, diakui Dhika, selain unjuk kebolehan di kejuaraan biliar, para atlet Pihilip[inan ingin melihat langsung Kota Palu pasca bencana medio September 2018 lalu.

‘’Hampis semua peserta luar Kota Palu, keinginan para atlet selain berlomba, mereka ingin melihat Kota Palu khususnya wilayah yang berdampak likuifaksi yakni Kelurahan Petobo dan Balaroa,’’ ujanya.

Kejuaraan biliar terbuka yang akan digelar di rumah biliar yang beralamat di Jalan Letjen Soeprapto, Kota Palu tersebu,  tidak hanya memperebutkan piala/medali serta bonus total Rp70 juta saja, tapi juga menjadi ajang peningkatan poin bagi atlet nasional.

Dalam kejuaraan biliar Breaking Point pemenang utama akan mendapatkan bonus piala serta uang tunai Rp30 juta, peringkat kedua piala serta uang tunai Rp10 juta, semi finalis Rp5 juta, top 8 Rp2 juta, dan top 16 mendapatkan uang tunai Rp1,5 juta.

Kejuaraan baru akan dimulai pada 24 Juni 2019 nanti. Namun untuk peserta lokal (Sulawesi Tengah) akan mengikuti babak penyisihan yang digelar mulai Sabtu 22 Juni 2019.

Kejuaraan biliar ini digelar dalam rangka hari jadi pertama Breaking Point. Didik pun menyebut pertandingan serupa akan rutin digelar tiap tahun. Hal ini juga untuk membantu meningkatkan kualitas dan mentalitas para pebiliar lokal untuk bisa bersaing dengan atlet biliar secara nasional.          

“Kejuaraan ini untuk HUT rumah biliar. Ini juga untuk menghilangkan pikiran buruk tentang biliar soal judi. Kita ingin menyampaikan ke masyarakat bahwa biliar itu bukan tempat judi atau taruhan,” kata dia.

Hingga kemarin, selain atlet biliar se-Sulteng, sudah terdata sekitar 41 atlet luar daerah yang menyatakan diri siap ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.

Breaking Point tahun seblumnya juga telah menggelar kejuaran biliar, namun hanya mempertemukan pebiliar se-Sulteng saja.

Dalam kejuaraan biliar nanti, masyarakat umum juga bisa menyaksikan pertandingan yang akan ditampilkan langsung di layar lebar di kafe milik Breaking Point.

“Jadi nanti, bagi mereka yang lagi nongkrong di kafe ini bisa menyaksikan pertandingan lewat layar,” ungkap anak dari Sekretaris Pobsi Kota Palu Rhismono  itu.

Ia berharap pemerintah maupun pihak-pihak terkait selalu memberikan dukungan kepada gelaran yang mendorong peningkatan kualitas atlet seperti kejuaraan biliar tersebut. (*)

Reporter: Tahmil Burhanuddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here