Home Palu

Komik Anak Kaili “Nalingu” Usung Semangat Edukasi Kebencanaan

376
FOTO BERSAMA - Penulis Buku Komik Cerita Anak berjudul “Nalingu”, Jamrin Abubakar (kanan), foto bersama akademisi IAIN Palu, Dr Arifudin (kiri) dan Akademisi Unisa Palu, Mas’amah Mufti (tengah), Rabu, 19 Juni 2019. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulteng, Ardiansyah Lamasitudju melaunching Buku Komik Cerita Anak yang berjudul “Nalingu”. Komik berisi kisah fiksi yang menggambarkan kejadian gampa bumi di Kota Palu pada 28 September 2018.

Narasi yang ditampilkan oleh Sang Penulis Jamrin Abubakar yakni potret sebuah keluarga dengan anak-anak yang selamat saat kejadian bencana, dan telah mendapatkan pendidikan mitigasi bencana di sekolah.

Komik ini juga mengangkat istilah-istilah etnis kaili, seperti penyebutan tokoh Yojo untuk penggilan anak laki-laki, Dei untuk penggilan anak gadis, Tuama panggilan untuk ayah, Tina panggilan untuk Ibu, Mangge panggilan untuk paman.

Selain itu,  istilah-istilah etnis kaili juga dipopulerkan di dalam komik ini, seperti kata Nalingu (goncangan dahsyat), Nombatompesaka (gelombang tinggi), Natoyo (efek tanah terkena ombak), Naave (korban terserat ke laut), Nalodo (korban tenggelam ke dasar laut), dan Nalonjo (korban jatuh ke laut, tenggelam dalam lumpur).

Selain berisi narasi penuh edukasi, komik ini juga didukung ilustrasi/gambar yang sangat menarik, ditambah dengan pewarnaan gambar yang memanjakan mata sehingga membuat pembaca tak dihinggapi rasa bosan.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulteng, Ardiansyah Lamasitudju mengungkapkan, buku ini sebuah karya dan sajian luar biasa. Selain dapat mengedukasi para pembacanya khususnya anak-anak, juga dapat mengangkat bahasa etnis Kaili.

“Sungguh sebuah karya yang  layak diapresiasi, terutama para penggiat yang telah membangun cerita-cerita rakyat. Ini harus bisa ditindak lanjuti, karena tidak cukup jika hanya satu buku dengan judul Nalingu, sebab masih ada judul-judul yang lain yang dapat diangkat dan disajikan,” ujar Ardiansyah, saat melaunching buku tersebut belum lama ini.

Sementara itu, Penulis Buku, Jamrin Abubakar mengatakan, buku ini disusun selama tiga bulan bersama tiga rekannya yang lain. Jamrin sendiri selaku penulis naskah, sementara ilustrasi/gambar dikerjakan oleh dua anak muda asal Universitas Tadulako, Rama Al Gifari dan Muh Afiat Lahalido, dan untuk desain cover dan layout oleh Moh. Gugun Ramadhan.

“Buku ini menyampaikan pesan agar  setiap anak harus memiliki pengetahuan tentang kebencanaan, sehingga dapat menghadapi suatu bencana,”jelas Jamrin.

Buku ini sendiri dapat digunakan untuk tujuan pendidikan, mulai tingkat Taman kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). “Karena memang telah didesain agar mudah dibaca dan dipahami kalangan usia TK dan SD,” katanya. Jamrin berharap, instansi terkait dapat memperbanyak dan mendistribusikan ke satuan pendidikan TK, SD, dan SMP.

“Karena cetakan pertama ini masih sangat terbatas, atas bantuan Yayasan Karampuang mitra Unicef Indonesia,” ungkapnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas